Digilife

Akses Internet Anak Melonjak, YouTube Jadi Platform Teraman?

Aisyah Banowati
Akses Internet Anak Melonjak, YouTube Jadi Platform Teraman?

Uzone.id – Komdigi mengungkapkan bahwa lebih dari 80 persen anak berusia 5-17 tahun di Indonesia aktif menggunakan internet.

Sementara itu, data dari Similarweb menunjukkan bahwa situs youtube.com duduk di peringkat kedua sebagai situs yang paling banyak didatangi pengguna pada Oktober 2025.

Meski demikian, Komdigi mengungkapkan bahwa jumlah konten negatif yang ditemukan dan ditindak di YouTube justru menjadi yang paling rendah dibandingkan platform besar lainnya.

“Ini yang kita sampaikan yang sudah kita takedown. Totalnya ada dari 2016 sebanyak sebelas juta. Nah, Youtube yang paling sedikit,” ungkap Irawati Tjipto Priyanti selaku Direktur Penyidikan Digital Komdigi saat bertemu di kantor Google Indonesia, Kamis (20/11).




Irawati juga mengungkapkan bahwa YouTube jadi salah satu platform yang patuh dalam upaya mengembangkan fitur-fitur yang ramah anak dan remaja. Hal ini berkaitan dengan PP Tunas yang saat ini tengah dipersiapkan aturan pelaksanaannya oleh Komdigi.

“Alhamdulillah sih semua banyak yang terus-menerus mengembangkan ya. Memang kita juga memberikan waktu untuk itu. Cukup banyak yang sudah. Tinggal kembali lagi ke misinya dari platform itu sendiri. Apakah dia mau effort untuk membuat konten-konten seperti itu," ungkap Irawati.

Lebih lanjut ia menyebutkan, “Google, YouTube. Terus cukup banyak lainnya. Yang besar-besar saya pikir sudah bagus," jelasnya.

Irawati juga kembali menegaskan bahwa setiap platform wajib mengikuti aturan yang berlaku. Jika tidak, sudah jelas ada konsekuensi yang harus dihadapi.

“Tapi kalau mereka terus tidak comply ada sanksinya. Kita nanti membuat teguran, kita nanti membuat sanksi-sanksi administrasi,” tutupnya.


Laporan Statistik Penanganan Konten Internet Negatif Pada Media Sosial

Laporan Statistik Penanganan Konten Internet Negatif Pada Media Sosial periode 2016 sampai 16 November 2025 yang ditunjukkan oleh Irawati menunjukkan data sebagai berikut.

Dari total keseluruhan ada 2.726.525 konten internet negatif di berbagai platform media sosial, X menjadi platform dengan jumlah laporan tertinggi, yakni 1.469.447 konten.

Data ini disusul oleh Meta dengan 840.502 konten, kemudian File Sharing berada di posisi ketiga dengan 287.497 konten, sementara Google mencatat 83.540 konten, dan TikTok menyusul dengan 19.161 konten.

Kemudian, jumlah penanganan konten negatif tertinggi didominasi oleh perjudian dengan total 6.416.791 konten, disusul pornografi yang mencapai 1.818.016 konten. Di bawahnya, terdapat kategori HKI dengan 29.831 konten, serta penipuan yang mencapai 25.319 konten.

Selain itu, Komdigi juga menangani 7.749 konten yang terkait dengan pelanggaran aturan dalam perdagangan, sementara kategori berita bohong atau hoaks tercatat sebanyak 41 konten.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa perjudian dan pornografi masih menjadi sumber terbesar konten bermasalah di ruang digital Indonesia.

Selain kategori utama, Komdigi juga memantau berbagai jenis konten negatif lainnya yakni terdapat 566 konten terkait terorisme atau radikalisme, serta 190 konten bermuatan SARA.

Pada aspek keamanan digital, ditemukan 951 konten yang berkaitan dengan pelayanan keamanan informasi. Sementara itu, 26 konten tercatat melanggar nilai sosial dan budaya, dan 15 konten terkait kekerasan pada anak.

Komdigi juga menangani 24 konten yang meresahkan masyarakat, 13 konten pencemaran nama baik, serta 1 konten yang melanggar pelindungan data pribadi.