Gadget

AirTag 2 Dijual Rp400 Ribuan, Segera Rilis di Indonesia

Muhammad Faisal Hadi Putra
AirTag 2 Dijual Rp400 Ribuan, Segera Rilis di Indonesia

Uzone.id - Setelah pertama kali meluncur pada 2021, Apple akhirnya resmi meluncurkan AirTag 2 dengan dua pembaruan utama, yakni jarak deteksi yang lebih jauh dan speaker dengan suara yang lebih lantang. 

Secara desain, bentuknya masih terlihat sama dengan AirTag generasi pertama. Malah, bila pengguna sebelumnya sudah punya koleksi gantungan kunci atau loop AirTag yang lama, aksesori tersebut masih bisa dipakai untuk generasi yang baru.

Upgrade signifikan pada AirTag 2 adalah jeroannya. Kini, perangkat tersebut ditenagai chip Ultra Wideband (UWB) generasi kedua, chip yang sama dipakai untuk iPhone 17 Series, iPhone Air, hingga Apple Watch Ultra 3. 



Berkat chip baru ini, fitur Precision Finding jadi jauh lebih sakti. Apple mengklaim, pengguna bisa melacak posisi barang secara presisi dari jarak 50 persen lebih jauh dibanding AirTag pertama. Jangkauan Bluetooth-nya pun turut ditingkatkan dari sebelumnya.

Untuk pertama kalinya, Apple turut menghadirkan fitur Precision Finding di Apple Watch Series 11, Watch Ultra 3, atau versi yang lebih baru. Kelebihan ini memungkinkan pengguna mencari barangnya langsung tanpa perlu membuka iPhone lagi. 


Selain jarak, Apple juga meningkatkan salah satu keluhan pengguna AirTag generasi pertama, yakni suara yang kurang lantang. 

Di AirTag 2, disematkan speaker yang didesain ulang agar suaranya 50 persen lebih kencang. Alhasil, pengguna dapat mendengar AirTag dari jarak hingga 2 kali lebih jauh, kian memudahkan mereka untuk menemukan barang-barang penting, seperti kunci atau dompet yang nyelip di sela-sela perabotan rumah. 

Fitur baru lainnya adalah Share Item Location. Fitur ini bisa jadi penyelamat buat pengguna yang sering travelling, karena memungkinkan mereka membagikan lokasi barang yang hilang secara aman ke pihak ketiga, seperti maskapai penerbangan misalnya.


Apple mengklaim sudah bekerja sama langsung dengan lebih dari 50 maskapai penerbangan agar staf customer service mereka bisa menerima link lokasi tersebut. Jadi, proses pencarian bagasi yang tertinggal atau salah rute bisa jauh lebih cepat ketimbang cuma mengandalkan sistem tracking bandara.

Link yang dibagikan akan otomatis mati begitu barang sudah kembali ke tangan pemilik, bisa dihentikan kapan saja, atau kadaluwarsa otomatis setelah tujuh hari. 

Fitur lainnya tetap serupa. AirTag terbaru dirancang untuk tidak menyimpan data lokasi maupun riwayat perjalanan di dalam perangkat. Semua komunikasi ke jaringan Find My dienkripsi end-to-end, jadi cuma pengguna yang bisa melihat di mana barangnya berada.


Fitur Unwanted Tracking juga tetap hadir dan diperbarui untuk mencegah penyalahgunaan alat ini untuk memata-matai orang lain. 



AirTag generasi terbaru ini mewajibkan iPhone yang terhubung sudah berjalan di iOS 26 ke atas. Sementara untuk iPad, wajib berjalan di iPadOS 26 atau lebih baru. 

Untuk fitur Precision Finding di Apple Watch Series 11 atau Watch Ultra 3, wajib sudah berjalan di watchOS 26.2.1. Akun Apple juga wajib sudah aktif. 

Harganya masih sama, segera masuk ke Indonesia


Kabar baiknya, harga AirTag 2 di Amerika Serikat (AS) tetap sama, yakni USD29 atau sekitar Rp450 ribuan. Apple juga kasih harga bundling senilai USD99 atau Rp1,5 jutaan untuk paket berisi empat AIrTag generasi terbaru. Apple memastikan AirTag terbaru akan diluncurkan di Indonesia, meski belum ada tanggal pastinya.