Gadget

AI Galaxy Z Fold7 Lebih Pintar dari iPhone 16? Ini Faktanya

Trisno Heriyanto
AI Galaxy Z Fold7 Lebih Pintar dari iPhone 16? Ini Faktanya

Uzone.id - Semua produsen ponsel saat ini mengedepankan sistem kercerdasan buatan (AI) sebagai salah satu fitur yang diandalkan. Karena sistem ini dipercaya tidak hanya meningkatkan produktivitas, tapi juga kreativitas para penggunanya. Seperti yang dilakukan Samsung dan Apple pada kedua flagship-nya.

Samsung lewat Galaxy Z Fold7 membawa Galaxy AI yang terintegrasi penuh dalam One UI 8 berbasis Android 16. Fitur-fitur seperti Circle to Search, Live Translate, Note Assist, hingga Generative Edit dirancang agar pengguna bisa bekerja, berkomunikasi, dan berkreasi tanpa harus berpindah aplikasi atau perangkat.

Sementara itu, iPhone 16 hadir dengan Apple Intelligence, ekosistem AI yang berjalan di iOS 18 dengan pendekatan berbeda. Apple menekankan privasi dan keamanan, dengan pemrosesan data sebisa mungkin dilakukan langsung di perangkat (on-device), dan hanya memanfaatkan Private Cloud Compute untuk beban komputasi yang berat.

Fitur seperti ringkasan pesan, penulisan otomatis, serta Siri yang lebih kontekstual memberi pengalaman AI yang rapi, tapi cenderung terbatas pada aplikasi bawaan Apple.

Dalam penggunaan sehari-hari, perbedaan pendekatan ini terasa jelas. Saat mengedit foto liputan, misalnya, Galaxy Z Fold7 memungkinkan kalian membuka file, menghapus objek dengan Generative Edit, menambahkan teks terjemahan lewat Live Translate, dan mempostingnya di media sosial semua dalam satu layar yang terbagi. Pada iPhone 16, proses ini tetap bisa dilakukan, tapi seringkali perlu berpindah aplikasi, sehingga alurnya tidak secepat di Fold7.

Tapi bukan cuma soal kecepatan, kualitas hasil olahan AI kedua ponsel itu pun sangat berbeda. Di iPhone, beberapa objek yang dihapus kerap kali tidak sesuai harapan. Sering kali hasilnya malah bikin kacau. Gak presisi, dan objek penggantinya terkesan lebih janggal.

Sementara untuk urusan ini Galaxy Z Fold7 memang sudah dua langkah di depan. Sejak generasi sebelumnya, Samsung berhasil menciptakan generatif AI yang cukup presisi.

Nah, di One UI8 ini kemampuan itu terus ditingkatkan. Urusan menghapus objek bukan masalah besar, bahkan menghapus objek yang lebih kompleks pun bisa dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu objek lainnya di foto.

Contohnya seperti foto di bawah ini. Keduanya menggunakan foto yang sama, tehnik yang sama, dan objek yang dihapusnya pun sama. AI diminta untuk menghapus objek mobil di sebelah kanan dan kiri kami, lalu hasilnya?

Sebelah kiri adalah hasil edit dengan iPhone 16 Plus, dan di sebelah kanan pakai Galaxy Z Fold7 dengan One UI8. Hasilnya bisa kalian bandingkan sendiri.


(Foto hasil edit dengan AI)




(Foto asli yang belum diedit)


Beralih ke produktivitas, Galaxy Z Fold7 memberi fleksibilitas lebih besar karena memanfaatkan layar lipatnya. Dalam satu layar terbuka, kalian bisa menampilkan aplikasi catatan dengan Note Assist yang sudah meringkas hasil rapat, sambil membuka browser untuk riset, dan di sisi lain menjalankan email. Semua bisa dikerjakan bersamaan tanpa harus menutup atau berpindah aplikasi.

Sementara iPhone 16 memang memiliki kemampuan multitasking lewat fitur multitasking sederhana di iOS, namun masih terasa terbatas karena ekosistem Apple lebih menekankan konsistensi antarmuka ketimbang fleksibilitas layar.

Di sisi komunikasi lintas bahasa, Samsung menanamkan Live Translate langsung ke aplikasi panggilan dan pesan. Fitur ini membuat panggilan telepon dengan lawan bicara asing bisa berjalan tanpa hambatan. Bahasa yang diucapkan langsung diterjemahkan dua arah secara real time.





Fitur ini sudah mendukung lebih dari 13 bahasa untuk panggilan, dan lebih banyak lagi untuk teks. iPhone 16 memang menawarkan terjemahan instan di Messages atau Safari, tapi belum sampai pada integrasi penuh di telepon langsung.

Kalau bicara soal privasi, memang Apple masih memegang kendali. Apple Intelligence bekerja dengan model on-device dan Private Cloud Compute yang diawasi ketat, sehingga data pengguna nyaris tidak meninggalkan perangkat tanpa izin.

Samsung juga memberi opsi serupa, pengguna bisa memilih memproses AI di perangkat atau lewat cloud, dengan proteksi tambahan lewat Knox Vault. Namun, karena banyak fitur Galaxy AI berkolaborasi dengan Google, sebagian orang menganggap Apple lebih unggul dalam pendekatan privasi.

Meski begitu, dalam konteks penggunaan sehari-hari, keunggulan AI Galaxy Z Fold7 terasa lebih nyata. Saat kalian butuh mengedit cepat, menerjemahkan pesan asing, atau merangkum catatan panjang, AI di Fold7 bekerja lebih praktis. Sedangkan di iPhone 16, fitur serupa seringkali terasa seperti tambahan, bukan bagian utama dari perangkat.