AI Bubble Bikin Apple Ketar-ketir, Harga iPhone 17 Dkk Kena Imbasnya
Uzone.id – Tahun 2026 akan
jadi tahun yang challenging untuk industri smartphone. Gak cuma
smartphone mid-range yang akan kena imbas dan menaikkan harga, ternyata
smartphone flagship juga akan ikut terdampak.
Salah satunya adalah Apple. Yap, krisis RAM berjenis DRAM
(Dynamic Random Access Memory) global yang sedang berlangsung mulai menekan
kondisi Apple, dan seri iPhone 17 kemungkinan bakal jadi yang pertama merasakan
tekanan tersebut.
Laporan terbaru yang dikutip dari Gizmochina, Sabtu, (27/12) mengklaim kalau Apple saat ini sedang menghadapi lonjakan harga DRAM hingga ratusan persen.
Menurut laporan tersebut, harga RAM LPDDR5X 12GB yang
digunakan dalam model iPhone 17 Pro telah melonjak dari USD25-USD29 per unit
menjadi USD70 per unitnya atau menyentuh 230 persen.
Kalau biasanya Apple terhindar dari guncangan ini berkat
kontrak pasokan jangka panjang yang mengunci harga komponen mereka dari
jauh-jauh hari, kenaikan harga DRAM yang satu ini tampaknya tidak bisa
dihindari.
Apalagi dinamika pasar global saat ini semakin bergeser
gara-gara AI Bubble. Salah satunya pemasok SK Hynix dan Micron yang sudah
bergeser untuk memproduksi high-bandwidth memory (HBM) yang saat ini banyak
digunakan pusat data dan perangkat AI.
Akibatnya, pasokan LPDDR yang digunakan di smartphone,
termasuk iPhone, menjadi semakin terbatas.
Hal ini pun menimbulkan pertanyaan sampai kapan Apple akan menanggung harga tersebut atau seberapa besar konsumen menanggung kenaikan harga ini?
Rumor terbaru menunjukkan bahwa Apple sudah mulai menyiapkan
langkah-langkah untuk menghadapi kenaikan harga tersebut.
Salah satunya adalah dengan melakukan negosiasi harga pada
kontrak terbarunya. Jika negosiasi gagal, Apple secara terpaksa harus menaikkan
harga iPhone, terutama untuk seri iPhone 18 mereka yang kabarnya akan memakai
memori LPDDR5X enam saluran untuk meningkatkan bandwidth dan kinerja AI.
Peningkatan ini masuk akal secara teori, tetapi disisi lain
Apple akan membutuhkan lebih banyak DRAM pada saat harganya sudah melonjak.
Opsi lainnya, Apple kemungkinan akan secara terpaksa bekerja
sama dengan Samsung. Pasalnya, perusahaan asal Korea Selatan tersebut tetap
mempertahankan produksi DRAM mereka untuk kebutuhan umum dan perangkat mobile.
Hal ini membuat Samsung disebut sebagai satu-satunya
perusahaan yang saat ini mampu memenuhi kebutuhan Apple, baik dari sisi volume
maupun kualitas. Pasalnya, Apple disebut akan menyerap sekitar 60 sampai 70
persen kebutuhan DRAM untuk iPhone 17 ke atas.