Digilife

Agentic AI Meledak 91% di ASEAN, Tapi Perusahaan Belum Siap

Aisyah Banowati
Agentic AI Meledak 91% di ASEAN, Tapi Perusahaan Belum Siap

Uzone.id – Laporan dari CIO Playbook 2026 yang bertajuk 'The Rise for Enterprise AI' memperkirakan minat terhadap Agentic AI akan meningkat dua kali lipat dalam dua belas bulan ke depan.

Di ASEAN sendiri, pertumbuhan Agentic AI mencapai 91 persen per tahun. Lonjakan ini didominasi oleh perusahaan teknologi dengan sektor telekomunikasi yang berada di posisi terdepan.

"Tiga industri benar-benar menonjol. Pertama adalah telekomunikasi, kedua kesehatan, dan ketiga pemerintahan," ungkap Fan Ho selaku ED & GM Solution & Services Group Asia Pacific Lenovo, Selasa (13/1).



Baca Juga :




Sayangnya, meskipun minat terus tumbuh, tingkat kesiapan organisasi masih belum merata. Hanya 11 persen perusahaan yang menganggap diri mereka siap untuk implementasi Agentic AI dalam skala besar. 

Kemudian, sebanyak 43 persen lainnya membutuhkan waktu lebih dari 12 bulan untuk dapat meningkatkannya secara signifikan.

"Tantangannya ada tiga menurut para CIO di ASEAN+. Pertama adalah Responsible AI yang masih kurang. Kedua, keamanan data. Dan ketiga, kualitas data yang buruk. Datanya ada, tapi kualitasnya buruk," jelas Budi Janto, General Manager Lenovo Indonesia.



Apa itu Agentic AI?

Agentic AI merupakan pengembangan dan gabungan dari generative AI, machine learning, dan deep learning ke dalam satu sistem AI untuk menjalankan tugas-tugas khusus.

Berbeda dengan generative AI seperti ChatGPT yang membutuhkan prompt berulang untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, Agentic AI memiliki kemampuan untuk bertindak tanpa menunggu instruksi manual dari manusia.

Sistem Agentic AI didesain untuk mengolah data besar dari berbagai sumber dan aplikasi pihak ketiga. Nantinya, Agentic AI akan secara otomatis menganalisis masalah, mengembangkan strategi, dan menyelesaikan tugas tanpa bergantung sepenuhnya pada manusia.

Secara teknis, Agentic AI memanfaatkan machine learning dan pemrosesan bahasa alami (NLP) untuk menganalisis lingkungan, mengambil keputusan, dan menjalankan tugas secara otomatis bahkan dalam situasi yang kompleks.

Salah satu contoh pemanfaatan Agentic AI yang dekat dengan kehidupan sehari-hari adalah kehadiran smart home, dan keberadaan mobil yang dapat berjalan otomatis di jalan raya tanpa pengemudi.

Contoh lain, di sektor logistik, Agentic AI dapat secara otomatis mengatur jadwal pengiriman berdasarkan pola permintaan. Sementara itu, di dunia kesehatan, Agentic AI dapat menganalisis data pasien untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat.

Agentic AI juga dapat digunakan untuk mengotomatiskan pekerjaan administratif dan pengolahan data sehingga manusia dapat lebih fokus pada tugas yang lebih strategis.