Adu iQOO 15 vs Poco F8 Ultra, Lebih Kencang Mana?
Kami sendiri sudah mencoba langsung Poco F8 Ultra dan iQOO 15 dalam dua kesempatan berbeda. Jadi, berikut perbandingan lengkap antara iQOO 15 dan Poco F8 Ultra, termasuk adu benchmark keduanya.
Desain
iQOO 15 dan Poco F8 Ultra mengusung bahasa desain yang menurut kami, berbeda. iQOO 15 masih setia dengan ciri khas desainnya, bahkan sejak pertama kali meluncur di Indonesia pada akhir 2022 silam. Dua warna, Alpha dan Legend tetap dipertahankan yang berpadu secara pas dengan DNA gaming yang diusung ponsel ini.
Di iQOO 15, terdapat juga strip RGB di sekeliling kameranya yang bisa menyala saat main game atau ketika notifikasi masuk. Keren memang, tapi absennya logo BMW M Motorsport di varian Legend, rasanya jadi ada yang kurang saja.
Sebaliknya, Poco tak punya ciri khas desain untuk F Series-nya. Tahun sebelumnya kamera lingkaran, sekarang jadi persegi ala-ala iPhone generasi terbaru. Cuma, desainnya memang jadi lebih dewasa, berkelas, lebih ke smartphone flagship.
Apalagi varian Denim Blue yang pakai tekstur ala celana jeans yang kesat dan tidak licin. Nilai plus juga buat Poco F8 Ultra di sektor audio, karena Poco menyematkan woofer 2.1 channel racikan Bose yang kasih suara bulat dan lantang.
Soal ketahanan fisik, keduanya sudah aman diajak basah-basahan. iQOO 15 punya rating IP68+IP69, sementara Poco F8 Ultra mengantongi sertifikasi IP68.
Di bagian layar, jujur kami lebih suka kualitas yang disuguhkan iQOO 15. Panel Samsung M14 seluas 6,85 inci-nya punya resolusi 3.168 x 1.440 piksel dengan refresh rate 144 Hz. Mata benar-benar dimanja, apalagi tingkat kecerahannya diklaim sampai 6.000 nits.
Tapi, kalau soal ukuran, Poco F8 Ultra juaranya. Layarnya lebih luas di angka 6,9 inci dengan bezel super tipis yang bikin visualnya terasa immersive. Meski resolusinya ‘cuma’ 1,5K, panel HyperRGB AMOLED-nya tetap tajam dan terang dengan peak brightness 3.500 nits.
Performa
Nah, ini sajian utama dari artikel perbandingan iQOO 15 dengan Poco F8 Ultra. Keduanya ditenagai mesin yang sama, Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Di atas kertas, performa keduanya jelas monster. Namun, siapa yang paling kencang dari keduanya? Biar gampang membandingkannya, berikut skor benchmark dari unit iQOO 15 dan Poco F8 Ultra yang kami tes:
AnTuTu Benchmark v11
- iQOO 15: 3.852.054 poin (Sedikit lebih unggul)
- Poco F8 Ultra: 3.811.451 poin
Geekbench 6 (CPU)
- iQOO 15: 3.513 (Single-Core) / 10.269 (Multi-Core)
- Poco F8 Ultra: 3.481 (Single-Core) / 10.135 (Multi-Core)
Geekbench 6 GPU
- iQOO 15: 23.909 poin
- Poco F8 Ultra: 24.206 poin
Stabilitas (3DMark Wild Life Stress Test)
- iQOO 15: 23.351 poin (best loop), 11.426 poin (lowest loop), stability: 48,9 persen
- Poco F8 Ultra: 25.111 (best loop), 16.078 poin (lowest loop), stability: 64 persen
Dari pengujian kami, iQOO 15 memang disetel sangat agresif buat meraih skor benchmark tertinggi, memberikan performa mentah ‘rata kanan’ buat berbagai kebutuhan.
Akan tetapi, ada konsekuensi yang harus dibayar dari kencangnya performa ini. Penyesuaian sistem pada OriginOS 6 dan sistem pendingin, terpaksa harus menurunkan kinerja ponsel untuk mencegah terjadinya overheat.
Sementara Poco F8 Ultra, skor puncaknya di AnTuTu memang kalah tipis. Namun soal grafis, dua pengujian yang kami lakukan berhasil mengalahkan iQOO 15. Stabilitasnya pun lebih baik dari iQOO 15.
Di sektor baterai, iQOO 15 menang telak di kapasitas baterai dengan 7.000 mAh, berbanding 6.500 mAh milik Poco F8 Ultra. Logikanya, iQOO bakal lebih awet buat pemakaian maraton tanpa colokan.
Namun, Poco F8 Ultra menang di fleksibilitas pengisian daya. Meski wired charging keduanya sama-sama 100W, Poco ngebut di wireless charging dengan daya 50W, sementara iQOO 15 cuma 40W.
Kamera
iQOO dan Poco sadar, HP yang kencang doang nggak cukup, kamera juga harus dibikin bagus. iQOO 15 dan Poco F8 Ultra sudah pakai setup tiga kamera 50 MP di belakang.
Baik iQOO 15 dan Poco F8 Ultra suguhkan foto yang sama-sama tajam, mampu juga mengambil gambar dari objek yang begitu jauh.
iQOO 15 hadir dengan kamera periscope telephoto yang menggunakan sensor Sony IMX882 50 MP. Kamera ini punya kemampuan 3x optical-zoom yang dapat menghasilkan detail yang tajam, meski pengambilan gambar dilakukan dari jauh.
Kamera utamanya pakai sensor Sony IMX921 50 MP dengan OIS dan lensa ultrawide 50 MP. Sementara di depan, hadir kamera selfie 32 MP.
Poco F8 Ultra juga mengusung tiga kamera belakang bersensor 50 MP. Kamera utamanya gunakan sensor Light Fusion 950 dengan OIS.
Kemudian ada kamera periscope telephoto 50 MP yang punya kemampuan 5x optical-zoom dan bisa didorong sampai 20x UltraZoom lewat bantuan AI. Kamera ketiganya adalah 50 MP berlensa ultrawide, plus kamera selfie 32 MP di depan.
Harga dan kesimpulan
Poco F8 Ultra memang diumumkan di Indonesia, tapi belum dijual resmi di pasar dalam negeri. Di pasar global, varian 12/256 GB dibanderol USD729 atau setara Rp12,1 jutaan, sedangkan Poco F8 Ultra 16/512 GB dijual USD799 atau Rp13,3 jutaan.
Di sisi lain, iQOO 15 resmi dijual di Indonesia. Ponsel ini tersedia dalam tiga varian, 12/256 GB yang dibanderol Rp12,9 jutaan, 16/512 GB yang dibanderol Rp13,9 jutaan, dan iQOO 15 varian tertinggi 16 GB/1 TB yang dijual dengan harga Rp15,9 jutaan.
Baik iQOO 15 dan Poco F8 Ultra memang suguhkan performa tinggi buat pengguna. iQOO 15 bawa layar 144Hz yang tajam dengan performa mentah yang agresif, sementara Poco F8 Ultra hadir dengan desain yang premium dengan stabilitas performa (berdasarkan pengujian kami) yang lebih oke.
Namun pada akhirnya, faktor penentunya saat ini adalah soal ketersediaan. Jika kalian mengincar baterai badak 7.000 mAh dan ingin menjajal keganasan Snapdragon 8 Elite Gen 5 sekarang juga, iQOO 15 adalah satu-satunya opsi resmi yang sudah bisa dibeli di tanah air.