Gadget

Adu HP Snapdragon 8 Elite Gen 5: iQOO 15 vs Redmagic 11 Pro, Juaranya?

Muhammad Faisal Hadi Putra
Adu HP Snapdragon 8 Elite Gen 5: iQOO 15 vs Redmagic 11 Pro, Juaranya?

Uzone.id - Dua smartphone Android paling kencang sejagat sudah tersedia di pasaran Indonesia, iQOO 15 dan Redmagic 11 Pro, yang sama-sama ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5. Pertanyaannya, mana yang lebih kencang antara keduanya? 

iQOO 15 diposisikan sebagai performance phone, namun dilengkapi fitur-fitur yang malah membuatnya seperti flagship dengan kemampuan all-rounder. Di sisi lain, Redmagic 11 Pro menjadi smartphone gaming murni dengan sistem pendingin yang futuristik. 

Meski punya ‘otak’ yang sama, iQOO 15 dan Redmagic 11 Pro dibanderol dengan harga yang berbeda. iQOO 15 dibanderol mulai Rp12.999.000 dan paling mahal Rp15.999.000, sedangkan Redmagic 11 Pro menyentuh angka Rp19.999.000. 


Lantaran kami sudah mencoba kedua smartphone kencang ini, kami akan membedah perbandingan antara iQOO 15 dan Redmagic 11 Pro. 

Desain


Soal desain memang subjektif, karena kedua smartphone mengadopsi gaya yang berbeda. iQOO 15 tampil lebih mainstream, layaknya smartphone Android pada umumnya yang tidak kebanyakan gimmick

Ponsel ini tersedia dalam dua opsi warna, Alpha dengan kelir hitam matte dan Legends yang dibalut warna putih bersih. Secara garis besar, desain iQOO 15 masih mempertahankan ciri khas generasi sebelumnya, namun ditambah dengan sentuhan Floating Design pada bagian kamera yang dipercantik dengan LED di tepiannya. 


Keunggulan iQOO 15 dari Redmagic 11 Pro ada pada durabilitas, lantaran smartphone ini sudah mengantongi sertifikasi IP68 dan IP69. 

Beralih ke Redmagic 11 Pro, smartphone ini memang cocok buat para gamer, apalagi buat mereka yang perlu perangkat dengan desain yang nyentrik


Redmagic 11 Pro mengusung desain transparan yang memperlihatkan sistem pendingin cair AquaCore, serta menampilkan lampu RGB di mana-mana.

Smartphone ini juga masih mempertahankan kipas pendingin dengan lubang ventilasi di sisi atas kiri-kanan bodinya. Lebih baik dari sebelumnya, ponsel gaming ini sudah mengantongi sertifikasi IPX8 tahan air. 


Dari sudut pandang gamer, Redmagic 11 Pro jelas lebih baik. Desainnya lebih ‘brutal’ mirip PC gaming bahkan, serta memiliki tombol fisik untuk masuk ke area khusus gamer—memungkinkan pengguna mengatur performa ponsel untuk setiap game yang mereka mainkan. Dari sisi pengalaman gaming, Redmagic 11 Pro juga hadirkan trigger kapasitif.

Sementara iQOO 15, desainnya mewah dan tak ada cela sama sekali. Identitas smartphone mahal iQOO tetap dipertahankan pada smartphone kencang satu ini.



Layar


Di sektor ini, iQOO 15 bisa dibilang lebih unggul soal kualitas panel. Smartphone ini hadirkan panel Samsung M14 OLED seluas 6,85 inci beresolusi QHD+, bahkan jadi salah satu smartphone pertama yang menggunakannya.

Malah, bocorannya layar ini diklaim bakal dengan Samsung Galaxy S26 Ultra yang akan datang. Plus, layarnya pun sudah mendukung refresh rate 144Hz, HDR10+, dan Dolby Vision bikin warnanya sangat memanjakan mata.


Bukan berarti Redmagic 11 Pro lebih jelek. Justru, Redmagic 11 Pro menawarkan pendekatan berbeda. 

Resolusinya memang sedikit di bawah iQOO 15 (1.216 x 2.688 piksel), tapi ponsel ini menang soal pengalaman visual tanpa gangguan. Berkat teknologi Under Display Camera (UDC), layarnya benar-benar penuh tanpa tompel atau punch-hole



Performa


iQOO 15 dan Redmagic 11 Pro sama-sama ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5, chipset terkencang buat ponsel Android saat ini. Keduanya bahkan bertengger dalam daftar 2 besar smartphone paling kencang versi AnTuTu. 

Dari pengujian kami di AnTuTu Benchmark, Redmagic 11 Pro mencetak skor 4.022.119 poin, sedangkan iQOO 15 tertinggal sedikit di angka 3.852.054 poin. Tingginya skor ini juga dipengaruhi oleh jenis RAM yang digunakan, yakni LPDDR5T pada Redmagic 11 Pro dan LPDDR5X Ultra pada iQOO 15.

Kencang sudah pasti, tapi ada satu masalah yang dialami keduanya, yakni panas

Walau Redmagic 11 Pro membawa sistem pendingin cairan AquaCore, kipas fisik yang dapat berputar 25.000 RPM, dan vapor chamber besar, ponsel ini tetap kewalahan meredam panas Snapdragon 8 Elite Gen 5. Dalam uji stress test di 3DMark, stabilitasnya hanya 49,7 persen dengan suhu menyentuh 44-45 derajat Celcius.

QOO 15 juga mengalami nasib serupa. Stabilitasnya tercatat 48,9 persen saat disiksa, menandakan bahwa chipset ini memang sangat agresif dan memaksa sistem melakukan throttling demi mencegah overheat. Jadi, untuk kestabilan performa, kedua ponsel ini sebenarnya 11-12.


Beralih ke baterai, Redmagic 11 Pro menang di kapasitas dengan baterai tembus 7.500 mAh, yang dari pengujian kami, bisa tahan 10 jam untuk main game RPG dengan mode auto-hunt tanpa henti. iQOO 15 membawa baterai 7.000 mAh yang juga sudah sangat besar untuk pemakaian harian, termasuk gaming.


Tapi, iQOO 15 unggul dalam kemampuan fast charging berkat daya 100W FlashCharge. Di sisi lain, Redmagic 11 Pro mengusung fast charging 80W. 

Dari pengujian kami, iQOO 15 dengan 100W FlashCharge butuh 54 menit untuk penuh, sedangkan Redmagic 11 Pro dengan 80W butuh 55 menit. 



Kamera


Seperti yang kami sebut di awal, iQOO 15 memang lebih pas disebut smartphone flagship, karena suguhkan kemampuan all-rounder. Di bagian kamera, smartphone ini unggul telak ketimbang Redmagic 11 Pro.

iQOO 15 menghadirkan konfigurasi kamera utama dengan sensor 50 MP Sony IMX921, kamera ultrawide 50 MP dengan autofokus, dan yang paling krusial, periscope telephoto 50 MP yang bisa tele-macro. Hasil fotonya tajam, vibrant, dan bisa diandalkan di berbagai kondisi.


Redmagic 11 Pro? Standaran saja, sensor utamanya 50 MP OmniVision OV50E40 dengan OIS dan kamera ultrawide 50 MP. Selain itu, kamera selfie 16 MP di bawah layarnya jelas kalah tajam dibanding kamera selfie 32 MP milik iQOO 15.



Mana yang terbaik?


Jadi, mana yang terbaik (dan terkencang) dari iQOO 15 maupun Redmagic 11 Pro? Jawabannya, kedua smartphone ini menawarkan keunggulan yang sangat kontras. 

iQOO 15 hadir sebagai flagship all-rounder yang lebih ramah kantong dengan harga mulai Rp12,9 juta. Sektor kamera jadi kelebihan telak berkat lensa periscope telephoto, dan jangan lupakan layar Samsung M14 yang kasih visual memukau. 

Sebaliknya, Redmagic 11 Pro yang dibanderol Rp19,9 juta tampil totalitas untuk gamer lewat desain transparan futuristik, tombol trigger, dan baterai badak 7.500 mAh, meski harus mengorbankan kualitas kamera demi layar full tanpa punch-hole.

Satu catatannya. Kendati beda segmen, keduanya punya satu penyakit yang sama, kewalahan menjinakkan panasnya chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5. Hal ini terbukti dari stabilitas performa yang sama-sama di bawah 50 persen saat disiksa kerja berat. 

Kesimpulannya, iQOO 15 adalah pilihan paling rasional bagi pengguna yang mencari paket lengkap dengan harga yang masih masuk akal, sementara Redmagic 11 Pro adalah perangkat niche kelas premium khusus hardcore gamer yang tidak mementingkan fotografi.