92 Ribu Serangan Siber Nyamar Jadi AI, Paling Banyak Catut ChatGPT
Highlight Artikel
- Kaspersky menemukan 92.000 serangan siber yang menyamar sebagai layanan AI, dengan 49% menargetkan aplikasi ChatGPT.
- Serangan tersebut menggunakan lebih dari 15.000 sampel malware, termasuk trojan, spyware, dan backdoor, untuk mencuri informasi dan membangun akses kendali jarak jauh.
- Ancaman juga meliputi serangan rantai pasok perangkat lunak pada ekosistem open source, seperti insiden Axios, yang telah berdampak pada 31% perusahaan enterprise.
- Kaspersky menyarankan perusahaan membangun zona pengembangan terpercaya dan mengendalikan jalur masuk perangkat lunak untuk meningkatkan keamanan.
Uzone.id — Laporan terbaru dari Kaspersky GReAT menemukan 92.000 serangan berbahaya yang menyamar sebagai layanan AI. Dari jumlah tersebut, hampir separuh atau 49 persen menyamar sebagai aplikasi ChatGPT.
Sementara itu, serangan AI yang menyamar sebagai agen AI dari Claude hanya mencapai 18 persen, begitupun juga dengan Gemini yang hanya mencapai angka 18 persen. 15 persen lainnya dilaporkan mencatut nama-nama platform AI lainnya.
Menurut Kaspersky, aplikasi AI resmi kini menjadi bagian penting dalam lingkungan kerja dan pengembangan berbasis AI. Kondisi tersebut kemudian dimanfaatkan penyerang dengan membuat aplikasi palsu yang menyasar pengguna layanan tersebut.
Tidak hanya menyamar sebagai aplikasi AI populer, peneliti juga menemukan lebih dari 15.000 sampel malware yang menyamar sebagai perangkat lunak agentic AI. Sampel tersebut terdiri dari berbagai jenis malware, mulai dari trojan, spyware, exploit, downloader, dropper, hingga backdoor.
Dengan menjalankan aplikasi palsu, korban berpotensi membuka celah bagi penyerang untuk mencuri informasi internal sekaligus membangun akses kendali jarak jauh atau command-and-control.
Ancaman tidak berhenti pada aplikasi AI palsu saja. Kaspersky juga menyoroti risiko pada ekosistem open source, yang menjadi salah satu komponen penting dalam pengembangan AI.
peneliti keamanan di Global Research and Analysis Team (GReAT) Kaspersky, Sojun Ryu mengatakan kalau penjahat siber kini memahami ketergantungan para developer terhadap perangkat lunak open source. Karena itu, serangan terhadap rantai pasok perangkat lunak (software supply chain) menjadi salah satu ancaman yang perlu diperhatikan.
Salah satu kejadian yang sudah terjadi adalah serangan terhadap Axios pada Maret 2026 lalu. Axios sendiri adalah pustaka JavaScript yang banyak digunakan dan disebut diunduh lebih dari 100 juta kali setiap minggu serta digunakan oleh lebih dari 170.000 paket perangkat lunak.
Dalam insiden tersebut, penjahat berhasil membobol komputer pengelola utama atau lead maintainer, kemudian memperoleh akses ke akun npm proyek dan merilis versi berbahaya dari pustaka tersebut. Paket yang telah disusupi hanya tersedia sekitar tiga jam, tetapi sempat diunduh oleh ratusan perangkat.
“Berdasarkan survei kami tahun lalu, 31 persen perusahaan enterprise pernah terdampak oleh serangan rantai pasok. Hal ini mencerminkan betapa dalamnya integrasi perangkat lunak open source dalam lingkungan pengembangan perusahaan,” kata Sojun Ryu.
Oleh karena itu, Sojun menyarankan perusahaan agar terus mengantisipasi ekosistem open source yang akan menjadi target utama penyerang karena ekosistem ini merupakan pintu masuk bagi mereka untuk menyusup dan mengakses informasi penting di dalam perusahaan.
Kaspersky menyarankan perusahaan tidak harus mengorbankan produktivitas demi meningkatkan keamanan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah membangun zona pengembangan terpercaya untuk memisahkan konten eksternal dari aset internal.
Perusahaan juga perlu mengendalikan jalur masuk perangkat lunak ke lingkungan kerja sekaligus menjaga visibilitas terhadap aktivitas yang terjadi di dalamnya.
FAQ Artikel
Apa ancaman siber utama yang ditemukan Kaspersky terkait AI?
Kaspersky GReAT menemukan 92.000 serangan berbahaya yang menyamar sebagai layanan AI, dengan 49 persen di antaranya menyamar sebagai aplikasi ChatGPT.
Jenis malware apa saja yang digunakan dalam serangan AI palsu ini?
Penyerang menggunakan lebih dari 15.000 sampel malware yang menyamar sebagai perangkat lunak agentic AI, termasuk trojan, spyware, exploit, downloader, dropper, hingga backdoor.
Selain aplikasi AI palsu, ancaman keamanan siber apa lagi yang disoroti Kaspersky?
Kaspersky juga menyoroti risiko pada ekosistem open source, khususnya serangan rantai pasok perangkat lunak, yang menjadi pintu masuk bagi penyerang untuk menyusup dan mengakses informasi penting di dalam perusahaan.
Apa dampak serangan rantai pasok perangkat lunak terhadap perusahaan?
Berdasarkan survei Kaspersky, 31 persen perusahaan enterprise pernah terdampak oleh serangan rantai pasok. Contohnya adalah insiden Axios di mana penjahat berhasil membobol akun pengelola utama dan merilis versi berbahaya dari pustaka JavaScript.
Bagaimana perusahaan dapat melindungi diri dari ancaman siber terkait AI dan open source?
Kaspersky menyarankan perusahaan untuk membangun zona pengembangan terpercaya untuk memisahkan konten eksternal dari aset internal, serta mengendalikan jalur masuk perangkat lunak ke lingkungan kerja dan menjaga visibilitas aktivitas di dalamnya.