8 Startup Lokal Masuk Forbes Asia 100 to Watch 2025, Ini Daftarnya
Uzone.id — Di tengah kondisi
Indonesia yang memanas akhir-akhir ini, terdapat kabar yang cukup positif
mengenai industri startup lokal tanah air.
Pada 25 Agustus 2025, Forbes Asia mengumumkan daftar “Forbes
Asia 100 To Watch 2025” yang berisi 100 perusahaan dan startup Asia yang
dinilai memiliki inovasi, potensi besar dan menarik perhatian investor.
Dari sekian banyak perusahaan dan startup yang ada di seluruh wilayah Asia, sebanyak 8 startup Indonesia masuk dalam list ini. India menjadi negara dengan jumlah paling banyak yaitu sebanyak 18 startup, sementara itu Singapura dan Jepang masing-masing sebanyak 14 startup, disusul China sebanyak 9 startup, lalu Indonesia dan Korea Selatan yang sama-sama memiliki 8 startup.
Sektor-sektor yang paling banyak diminati oleh investor
tahun ini adalah sektor bioteknologi, spacetech, greentech dan startup-startup
yang masuk list ini banyak berasal dari sektor tersebut.
Salah satunya startup yang mengembangkan terapi penyuntingan
gen untuk kanker, produksi bahan anoda untuk baterai lithium-ion dan lainnya.
startup-startup ini dibagi ke 10 kategori industri, termasuk
bioteknologi, healthcare, teknologi enterprise, dan robotics.
BRIK - Manufaktur online
Startup yang satu ini didirikan pada 2022 dan bergerak di industri pengadaan material konstruksi berbasis teknologi. BRIK bertujuan untuk mengubah industri konstruksi di Indonesia dengan solusi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Tak hanya itu, pemesan bisa melakukan pelacakan secara mudah lewat platform online yang disediakan oleh BRIK.
BRIK berhasil mengumpulkan investasi sebesar USD10 juta pada
putaran pertama pendanaan seri A pada Mei lalu dan mendapat pendanaan pra-seri
A sebesar USD12 juta di tahun 2023 lalu.
Perusahaan ini terus melebarkan cakupannya, setelah
beroperasi di Jakarta dan Jawa Barat, saat ini BRIK sedang beroperasi ke Bali
dan Jawa Tengah.
Esensi Solusi Buana - Teknologi Enterprise &
Robotika
Esensi Solusi Buana, yang juga dikenal sebagai ESB bergerak
di industri teknologi enterprise dan robotika. Perusahaan ini menciptakan
sistem point-of-sale, perencanaan sumber daya perusahaan, dan sistem pemesanan
online untuk industri makanan dan minuman di Indonesia.
Perusahaan ini telah memiliki lebih dari 30.000 pedagang
sebagai pelanggan, termasuk merek-merek makanan dan minuman ternama, seperti
Starbucks dan Genki Sushi. Perusahaan ini telah mengumpulkan hampir USD40 juta,
termasuk USD29 juta dalam putaran seri B pada tahun 2022 dari investor seperti
Alpha JWC Ventures.
Monit – Fintech
Startup keuangan ini didirikan pada tahun 2022 dan berbasis
di Jakarta. Monit membantu perusahaan-perusahaan dalam mengelola keuangan dan
arus kas mereka.
Platform manajemen pengeluaran ini juga memiliki layanan
untuk memproses penggantian biaya karyawan, langganan, dan faktur. Grup real
estate Ciputra dan perusahaan perdagangan cepat Astro di Indonesia merupakan
salah satu klien mereka. Pada bulan Juli, startup ini berhasil mengumpulkan
USD2,5 juta dalam pendanaan seri A yang dipimpin oleh Cento Ventures.
Rekosistem – Greentech
Rekosistem berbasis di Jakarta dan bergerak di sektor teknologi iklim yang menawarkan layanan pengelolaan sampah digital untuk individu dan bisnis di Indonesia.
Rekosistem menawarkan layanan untuk mengumpulkan sampah,
memilah dan mendaur ulang, serta melacak seluruh prosesnya dan membantu
pelanggan mencapai target bebas sampah. Startup ini juga mengikuti kepatuhan
terhadap pedoman lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Pada bulan Mei 2025 lalu, Rekosistem berhasil mengumpulkan
dana sebesar USD7 juta dalam putaran pendanaan seri A yang dipimpin oleh
Saratoga Investama Sedaya dan K3 Ventures.
Ringkas – Keuangan
Didirikan tahun 2022, startup ini bergerak di sektor
fintech. Startup ini menawarkan layanan pembiayaan KPR menjadi lebih efisien
dan mudah diakses oleh para pembeli rumah di Indonesia.
Aplikasi yang dibuat melalui platform digital fintech ini
juga telah diajukan ke beberapa bank, dan perangkat AI-nya membantu
prakualifikasi kandidat melalui proses know your customer (KYC).
Melalui platform ini, nasabah dapat mengalihkan cicilan
mereka ke pemberi pinjaman lain dengan harga dan persyaratan yang lebih
kompetitif.
Ringkas berhasil mengumpulkan pendanaan pra-seri A sebesar
USD5,1 juta pada bulan Mei lalu untuk meningkatkan teknologi AI mereka,
menambah jumlah karyawan, dan berekspansi di Asia Tenggara.
Se’Indonesia – Food and Hospitality
Didirikan oleh Rinaldi Dharma Utama dan Christian Wilfandio
pada tahun 2022, Se'Indonesia adalah jaringan restoran cepat saji yang
berspesialisasi dalam se'i, hidangan daging asap tradisional dari Indonesia
timur.
Kedua pendiri ini pada awalnya meluncurkan cloud kitchen Lakuliner pada tahun 2021, yang melayani pesanan makanan dan minuman secara online. Mereka kemudian mengganti nama menjadi Se'Indonesia setahun kemudian, menawarkan mangkuk nasi daging sapi dengan harga mulai dari Rp25 ribu (USD1,50).
Pada bulan April, Se'Indonesia berhasil mengumpulkan dana
sebesar USD9,7 juta dalam putaran pendanaan seri A yang dipimpin oleh Insignia
Ventures, yang bertujuan untuk memperluas gerai offline mereka menjadi 30
gerai, dari sebelumnya hanya dua gerai di Jawa.
Skor Technologies – Fintech
Selanjutnya ada Skor Techologies lewat aplikasi keuangan
mereka yaitu Skorlife. Aplikasi ini berhasil membantu masyarakat Indonesia
mengelola keuangan dan skor kredit mereka.
Pada tahun 2024, perusahaan ini bermitra dengan Bank
Mayapada Internasional untuk meluncurkan kartu kredit Skorcard, yang bertujuan
untuk memanfaatkan tingkat penetrasi kartu kredit di Indonesia yang relatif
rendah.
Skor Technologies berhasil mengumpulkan USD6,2 juta dalam
putaran pendanaan pra-seri A pada bulan Januari, yang dipimpin oleh Argor
Capital, sehingga total pendanaan menjadi lebih dari USD12 juta.
Torch – E-commerce & Ritel
Torch adalah sebuah perusahaan ritel dengan merek yang
berkembang pesat di Indonesia saat ini.
Perusahaan ini menjual aksesori perjalanan dengan harga
terjangkau seperti tas ransel, dompet, dan tempat kartu dan memiliki platform
online sendiri.
Saat ini, perusahaan ini sudah memiliki 14 toko ritel di
seluruh Indonesia dan tahun lalu, Torch menerima investasi dalam jumlah yang
tidak disebutkan dari Init 6, sebuah perusahaan modal ventura yang didirikan
oleh dua pendiri e-commerce Indonesia, Achmad Zaky dan Nugroho
Herucahyono.
Nah, itu tadi perusahaan dan startup Indonesia yang berhasil
masuk dalam daftar Forbes Asia 100 to Watch 2025.