Automotive

79 Persen Orang Indonesia Lebih Suka Mobil Listrik, Ini Alasannya

Vina Insyani
79 Persen Orang Indonesia Lebih Suka Mobil Listrik, Ini Alasannya

Uzone.id — Minat masyakarat Indonesia terhadap mobil listrik terus meningkat dari waktu ke waktu. Pertumbuhan ini juga didukung oleh banyaknya brand-brand mobil listrik yang masuk ke Indonesia. 

Menurut survei Praxis bertajuk ‘Potensi dan Tantangan Mobil Listrik di Indonesia’ yang diluncurkan hari ini, Kamis (14/08), pertumbuhan minat ke mobil listrik ini turut didorong oleh mudahnya masyarakat dalam mendapatkan informasi.

Sebanyak 51 persen mendapat informasi terkait mobil listrik melalui media sosial seperti YouTube, Instagram dan TikTok. Sementara itu, acara-acara offline juga turut mendorong minat tersebut dimana sebanyak 22 persen banyak mencari informasi dari acara tersebut.






“Mayoritas pengguna mengakses informasi mobil listrik secara daring. Meski begitu, kegiatan luring seperti pameran otomotif juga dianggap sebagai salah satu sarana yang berperan penting,” kata Garda Maharsi, Head of Research Praxis.

Survei ini juga mengungkap soal kepuasan masyarakat Indonesia soal mobil listrik, dimana mayoritas pengguna menyebut bahwa mobil listrik memberikan pengalaman yang lebih baik dibandingkan mobil konvensional.

“Sebanyak 79 persen pengguna menilai mobil listrik memberikan pengalaman berkendara yang lebih baik dibandingkan mobil konvensional,” tambahnya.

Garda menyebut bahwa penilaian ini berdasarkan beberapa hal, mulai dari efisiensi biaya bahan bakar, fitur hiburan dan keandalan dalam mesin.






Soal efisiensi biaya ini dibuktikan dengan rata-rata biaya isi daya mobil listrik yang bisa dikeluarkan selama satu bulan. Praxis menemukan bahwa setengah dari pengguna mobil listrik menghabiskan di bawah 500 ribu per bulan untuk biaya charging.

Sementara itu, 40 persen diantaranya menghabiskan sekitar Rp500 ribu hingga Rp1 juta selama satu bulan dan 8 persen diantaranya menghabiskan Rp1 juta per bulan.

Minat mobil listrik di Indonesia diprediksi meningkat, apalagi saat ini masyarakat Indonesia mendapat kebijakan yang cukup berpengaruh dari pemerintah Indonesia mulai dari insentif, pembangunan SPKLU, dan bebas ganjil-genap.