76 Juta Orang Mudik Naik Mobil, Stok BBM Aman?
Uzone.id - Di musim mudik Lebaran 2026 ini, terdapat puluhan juta orang yang akan pulang ke kampung halaman guna merawayakan Hari Raya Idul Fitri. Namun dengan adanya konflik di Timur Tengah yang menjadi ancaman kelangkaan BBM, gimana stok di dalam negeri?
Prediksinya ada 143,9 juta orang yang melakukan perjalanan mudik. Nah banyak pemudik yang ternyata masih memilih mobil sebagai moda transportasi utama ke kampung halaman.
Bahkan Badan Kebijakan Transportasi Kementerian perhubungan (baketras) memperkirakan setidaknya ada 76,24 juta orang memilih mudik pakai mobil atau 52,98 persen dari total secara nasional.
Nah pertanyannya tentu apakah dengan sebanyak 76 juta orang yang mudik menggunakan mobil pribadi akan tetap terpenuhi kebutuhan BBM-nya?
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan kondisi pemenuhan kebutuhan energi seperti BBM dalam kondisi aman.
"Baik itu untuk crude oil, kemudian juga untuk stok BBM, LPG, semua tersedia dan masyarakat tidak perlu panik dengan kondisi saat ini. Kita juga melakukan inovasi-inovasi antara lain dengan pemanfaatan BBM yang optimal sesuai dengan kebutuhan." ujar Laode dikutip dari Antara.
Laode juga menambahkan untuk mengoptimalkan distribusi energi, PT Pertamina (persero) telah menyediakan sejumlah infrastruktur untuk menunjang mobilitas pemudik.
"Di saat nanti pelaksanaan RAFI (Ramadhan Idul Fitri), Pertamina juga melakukan penyediaan servis-servis tambahan seperti motoris, kemudian posko-poskonya ditambah fasilitas-fasilitas yang biasanya tidak dilaksanakan di musim-musim atau hari-hari biasanya," ungkapnya.
Pertamina menyediakan 427 SPBU yang beroperasi 24 jam, 18 titik layanan BBM & Kiosk Pertamina Siaga, 52 titik Motorist/ Pertamina Delivery Service (PDS) BBM, 62 mobil tangki standby di SPBU, serta 11 Serambi MyPertamina, yang menyediakan tempat istirahat, mini klinik, area bermain anak dan layanan kendaraan.
Sebelumnya kami beritakan, puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi berlangsung secara dua gelombang sekaligus.
Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Dedi Prasetyo mengatakan, lonjakan pertama arus mudik diperkirakan terjadi pada pertengahan Maret. Kemudian terdapat gelombang kedua beberapa hari setelahnya.
Mengenai tanggalnya, Polri memetakan dua puncak arus mudik yang krusial yakni antara 14-15 Maret sebagai gelombang pertama dan 18-19 Maret sebagai gelombang kedua.
"Sedangkan puncak arus balik juga diprediksi, diperkirakan pada tanggal 25 sampai 26 Maret. Ini gelombang pertama dan gelombang kedua diperkirakan tanggal 28 sampai tanggal 29 Maret," ujar Dedi dalam keterangannya.