6G Datang Lebih Cepat, Qualcomm Siapkan Perangkatnya di 2028
Maui, Hawaii, Uzone.id - Jaringan 5G di Indonesia saja bahkan belum merata, namun Qualcomm sudah berbicara jauh soal generasi penerusnya. Meski 5G baru mulai diadopsi secara global pada tahun 2019, Qualcomm ternyata sudah menetapkan target untuk kehadiran 6G.
Dalam kick-off Snapdragon Summit 2025, CEO Qualcomm, Cristiano Amon mengumumkan bahwa perusahaan menargetkan kehadiran perangkat uji coba (pre-commercial) 6G paling cepat pada tahun 2028.
"Kami telah bekerja keras untuk konektivitas generasi berikutnya... yaitu 6G. Dan ini lebih cepat dari yang Anda duga," ujar Cristiano di atas panggung.
Penting untuk dicatat, perangkat pre-commercial yang dimaksud bukanlah ponsel 6G yang bisa langsung dibeli konsumen. Perangkat ini adalah produk uji coba yang dirancang untuk mendemonstrasikan kemampuan jaringan 6G kepada industri dan pengembang, sebelum diluncurkan secara komersial untuk publik.
Menurutnya, koneksi 6G bukan soal peningkatan kecepatan dan kapasitas data lagi, melainkan jaringan yang memiliki kecerdasan untuk data persepsi dan sensor. Dengan 6G, kata Cristiano, memungkinkan hadirnya sistem kecerdasan yang sadar terhadap konteks dalam skala yang besar.
“Perbedaan antara 5G dan 6G, selain peningkatan kecepatan dan broadband, adalah 6G merupakan jaringan yang memiliki kecerdasan untuk data persepsi dan sensor. Kita akan memiliki usecase yang benar-benar baru untuk jaringan ini, menghubungkan edge dan cloud,” jelasnya.
“Kami siap memiliki perangkat pre-commercial dengan 6G paling cepat pada tahun 2028. Kami akan memiliki kecerdasan yang peka terhadap konteks dalam skala besar,” janji Cristiano.