Telco

6,8 Juta Warga Sudah Registrasi SIM Card dengan Biometrik

Vina Insyani
6,8 Juta Warga Sudah Registrasi  SIM Card dengan Biometrik

Highlight Artikel

  • 6,8 juta masyarakat telah melakukan registrasi kartu SIM baru dengan verifikasi wajah (biometrik) dari Januari hingga Juli 2026.
  • Semua operator seluler besar (XLSmart, Indosat Ooredoo Hutchison, Telkomsel) telah menerapkan registrasi biometrik ini.
  • Tujuan utama dari penerapan adalah meningkatkan keamanan identitas masyarakat dan menekan penyalahgunaan data pribadi untuk tindak kejahatan digital.
  • Mekanisme verifikasi diklaim mirip proses perbankan digital, di mana operator tidak menyimpan data biometrik pelanggan; validasi data sepenuhnya dengan Dukcapil.
  • Kementerian Komdigi berkomitmen akan menindak tegas praktik penyalahgunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau pencurian identitas untuk aktivasi kartu SIM.

Uzone.id — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkap registrasi kartu SIM baru menggunakan verifikasi wajah (biometrik) sudah dilakukan oleh 6,8 juta masyarakat Indonesia.

Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari pertama kali diterapkan yaitu dari Januari hingga Juli 2026 ini. 

Registrasi SIM Biometrik: Angka dan Implementasi

"Dalam Januari sampai bulan Juli sudah 6,8 juta masyarakat yang melakukan registrasi biometrik," ujar Menteri Komdigi Meutya Hafid, dikutip dari Antaranews, Rabu, (15/07).

Penerapan registrasi kartu SIM menggunakan biometrik ini sendiri sudah diikuti oleh semua operator seluler yaitu XLSmart, Indosat Ooredoo Hutchison dan juga Telkomsel semenjak awal tahun dan baru sepenuhnya diterapkan pada Juli ini.

Tujuan dan Mekanisme Verifikasi Wajah

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan bahwa penerapan registrasi SIM berbasis biometrik bertujuan meningkatkan keamanan identitas masyarakat sekaligus menekan penyalahgunaan data pribadi yang kerap dimanfaatkan untuk berbagai tindak kejahatan digital.

Sementara untuk mekanisme verifikasinya sendiri diklaim mirip dengan proses pembukaan rekening atau layanan perbankan digital yang juga menggunakan verifikasi biometrik.

Bedanya, operator seluler tidak diperbolehkan menyimpan data biometrik pelanggan dan hanya berperan sebagai kanal verifikasi saja, sementara untuk pencocokan hingga validasi data seluruhnya dilakukan dengan basis data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

“Semua datanya harus melalui cross-checking dengan Dukcapil dan tidak boleh sama sekali melakukan penyimpanan data pelanggan," lanjutnya.

Langkah registrasi biometrik ini diharapkan mampu mencegah penyalahgunaan identitas, termasuk penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) milik orang lain untuk mendaftarkan kartu SIM yang saat ini marak terjadi.

Penegakan Hukum terhadap Penyalahgunaan Data

Meski begitu, Komdigi hingga saat ini masih terus melakukan penyisiran pada kasus-kasus pencurian identitas untuk aktivasi kartu SIM. 

"Kalau masih ada lagi praktik-praktik penyalahgunaan NIK milik orang lain yang digunakan untuk registrasi SIM, akan kami tindak lebih keras lagi. Nanti kami akan bekerja sama dengan kepolisian, karena itu bagian dari pencurian data pribadi," tegas Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komdigi Edwin Hidayat Abdullah di tempat terpisah.

 

FAQ Artikel

Berapa banyak masyarakat yang sudah melakukan registrasi kartu SIM dengan biometrik?
Sebanyak 6,8 juta masyarakat Indonesia telah melakukan registrasi kartu SIM menggunakan verifikasi wajah (biometrik) dari Januari hingga Juli 2026.
Siapa saja operator seluler yang sudah menerapkan registrasi biometrik?
Semua operator seluler, yaitu XLSmart, Indosat Ooredoo Hutchison, dan Telkomsel, sudah sepenuhnya menerapkan registrasi SIM berbasis biometrik sejak awal tahun dan baru sepenuhnya diterapkan pada Juli ini.
Apa tujuan utama dari penerapan registrasi SIM berbasis biometrik?
Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan keamanan identitas masyarakat sekaligus menekan penyalahgunaan data pribadi yang kerap dimanfaatkan untuk berbagai tindak kejahatan digital.
Bagaimana mekanisme verifikasi biometrik ini bekerja?
Mekanisme verifikasinya diklaim mirip dengan proses pembukaan rekening atau layanan perbankan digital. Bedanya, operator seluler tidak diperbolehkan menyimpan data biometrik pelanggan; pencocokan dan validasi data seluruhnya dilakukan dengan basis data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
Apa sanksi bagi penyalahgunaan NIK untuk registrasi kartu SIM?
Kementerian Komdigi akan menindak lebih keras lagi praktik-praktik penyalahgunaan NIK milik orang lain untuk registrasi SIM, bekerja sama dengan kepolisian, karena hal tersebut merupakan bagian dari pencurian data pribadi.