Telco

5G Indonesia Diprediksi Cuma 32% pada 2030, Kalah dari Singapura

Vina Insyani
5G Indonesia Diprediksi Cuma 32% pada 2030, Kalah dari Singapura

Highlight Artikel

  • Prediksi cakupan jaringan 5G di Indonesia akan meningkat dari 10% saat ini menjadi 32% pada tahun 2030.
  • Porsi koneksi jaringan 5G diproyeksikan naik dari 4% di 2025 menjadi 28% di 2030, sementara porsi 4G akan menurun.
  • Pelelangan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz yang dilakukan pada Juli 2026 menjadi pendorong utama percepatan adopsi 5G.
  • Indonesia masih tertinggal jauh dari negara ASEAN lain seperti Singapura (91% cakupan 5G dalam 4 tahun ke depan) dan Filipina (46% porsi koneksi 5G pada 2030).

Uzone.id — Cakupan jaringan 5G Indonesia diprediksi mencapai 32 persen populasi pada 2030. Angka ini masih jauh di bawah Singapura yang diproyeksikan mencapai 91 persen pada periode yang sama, menurut laporan GSMA Mobile Economy Asia Pacific 2026.

Menurut laporan tersebut, coverage jaringan 5G di Indonesia saat ini hanya mencapai 10 persen saja dari populasi RI. Namun di tahun 2030 nanti, angka tersebut diprediksi akan naik menjadi 32 persen.

Selain cakupan yang meningkat, Julian juga memprediksi kalau porsi koneksi jaringan 5G diperkirakan meningkat dari awalnya 4 persen di 2025 menjadi 28 persen di 2030 mendatang. Penggunaan jaringan 4G juga diprediksi akan terus menurun, dengan penurunan porsi koneksi dari 90 persen menjadi 70 persen.





Julian Gorman, Head of Asia Pacific GSMA mengungkap pertumbuhan ini salah satunya didorong oleh lelang spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz yang telah dilakukan oleh Kementerian Komdigi pada Juli 2026 kemarin.

Menurut Julian, lelang spektrum ini menjadi langkah penting untuk percepatan adopsi jaringan 5G di RI.

“Seiring dengan lelang spektrum dan percepatan peluncuran jaringan 5G, kami memperkirakan angka (coverage) akan meningkat jauh lebih cepat menjelang akhir dekade, sehingga diperkirakan sekitar sepertiga populasi akan bisa menggunakan 5G pada akhir dekade ini dengan cakupan yang kuat,” kata Julian Gorman dalam acara virtual Mobile Economy Asia Pacific 2026 media roundtable, Kamis, (20/08).

Sayangnya, prediksi dari GSMA ini turut mengungkap hal lain dimana Indonesia justru tertinggal jauh dari negara-negara ASEAN lainnya. Singapura misalnya, jaringan 5G di negara yang satu ini akan menyentuh cakupan 91 persen di 4 tahun ke depan.





Begitupun dengan Filipina yang tahun 2030 nanti porsi koneksi 5G-nya akan menyentuh 46 persen.

Meski jaringan 5G sudah hadir semenjak bertahun-tahun lalu, namun Julian menyebut kalau percepatan 5G di Indonesia masih dalam tahap awal pembangunan infrastruktur 5G dan sangat bergantung pada banyak pihak.

“Percepatan pertumbuhannya akan bergantung pada investasi yang berkelanjutan, ketersediaan spektrum, serta peta jalan yang jelas dan keterjangkauan harga perangkat,” tutur Julian.


FAQ Artikel

Berapa prediksi cakupan jaringan 5G di Indonesia pada tahun 2030?

Menurut laporan GSMA: Mobile Economy Asia Pacific 2026, cakupan jaringan 5G di Indonesia diprediksi akan mencapai 32 persen dari populasi pada tahun 2030.

Faktor apa yang mendorong percepatan adopsi 5G di Indonesia?

Percepatan adopsi 5G didorong oleh lelang spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz yang telah dilakukan oleh Kementerian Komdigi pada Juli 2026.

Bagaimana perbandingan adopsi 5G Indonesia dengan negara ASEAN lainnya?

Indonesia masih tertinggal jauh. Singapura diprediksi akan memiliki cakupan 5G 91% dalam 4 tahun ke depan, sedangkan Filipina diproyeksikan memiliki porsi koneksi 5G sebesar 46% pada tahun 2030.

Apa saja yang memengaruhi percepatan pertumbuhan 5G di Indonesia?

Percepatan pertumbuhan 5G di Indonesia bergantung pada investasi yang berkelanjutan, ketersediaan spektrum, peta jalan yang jelas, dan keterjangkauan harga perangkat.