Digilife

57 Persen Warga Indonesia Simpan Data KTP-KK di HP, Bahaya Gak Sih?

Vina Insyani
57 Persen Warga Indonesia Simpan Data KTP-KK di HP, Bahaya Gak Sih?

Highlight Artikel

  • Survei Kaspersky menunjukkan 57% warga Indonesia menyimpan data pribadi (KTP, paspor, asuransi) di smartphone.
  • Sebanyak 47% menyimpan kata sandi/informasi login, dan 45% menyimpan riwayat belanja/alamat pengiriman di perangkat mereka.
  • Smartphone telah menjadi pusat aktivitas digital, namun sangat rentan terhadap serangan dan kebocoran data.

Uzone.id — Survei terbaru Kaspersky menunjukkan bahwa 57 persen warga Indonesia menyimpan data-data pribadi seperti KTP, paspor, asuransi hingga tiket perjalanan di HP mereka.

Gak cuma itu, sebanyak 47 persen lainnya juga menyimpan data sensitif seperti kata sandi dan informasi login di smartphone masing-masing serta 45 persen lainnya menyimpan catatan dan pengingat hingga riwayat belanja serta alamat pengiriman di perangkat mereka.

Penemuan ini menunjukkan bahwa masyarakat kini semakin mengandalkan smartphone untuk menyimpan data-data penting dan data sensitif yang mereka miliki. 

Smartphone: Pusat Aktivitas Digital dan Risiko

“Sekarang ponsel pintar kita berfungsi sebagai asisten lengkap yang menyentuh setiap aspek kehidupan kita. Data yang kita percayakan kepada mereka jauh melampaui foto, nomor telepon, atau pesan teks,” kata Anton Kivva, pakar keamanan siber di Kaspersky.

Managing Director Asia Pacific Kaspersky, Adrian Hia juga mengatakan smartphone kini telah berkembang menjadi pusat aktivitas digital, mulai dari pekerjaan, transaksi keuangan, hingga penggunaan layanan berbasis AI.

"Hubungan kita dengan ponsel pintar telah berubah secara fundamental. Alih-alih sebagai perangkat komunikasi, ponsel telah menjadi tempat kita mengelola keuangan, pekerjaan, kenangan, dan semakin beralih ke asisten bertenaga AI untuk tugas sehari-hari,” ujarnya.

Tapi di sisi lain, smartphone masih rentan dari serangan dan kebocoran data. Makanya, pertanyaan utama saat ini bukan lagi apa yang kita simpan tetapi bagaimana kita melindungi data-data di dalam perangkat.

Apalagi semakin banyak aspek kehidupan yang menyatu pada satu perangkat, maka dampak kehilangan akses ke perangkat atau perangkat tersebut diretas pun ikut juga meningkat. 

Rekomendasi Perlindungan Data dari Kaspersky

Kaspersky pun mengingatkan pengguna agak tetap berhati-hati dan tidak bertumpu pada smartphone sebagai satu-satunya tempat penyimpanan data penting. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan password manager atau penyimpanan yang lebih aman untuk dokumen sensitif.

Selain itu, pengguna juga disarankan memasang solusi keamanan siber di perangkat seluler untuk mendeteksi aplikasi berbahaya, mencegah phishing, serta melindungi data pribadi dari ancaman digital.

Pentingnya 'Plan B' dan Perlindungan Menyeluruh

Kaspersky juga mengingatkan pentingnya memiliki rencana cadangan atau plan B jika ponsel hilang atau dicuri. Plan B ini bisa berupa mengaktifkan fitur pelacak perangkat, melakukan pencadangan otomatis, mengaktifkan penguncian layar secara instan, serta menjaga keamanan fisik perangkat saat berada di tempat umum.

"Kita sering meremehkan seberapa banyak informasi berharga yang kita simpan di perangkat seluler kita dan seberapa rentan data tersebut. Sudah saatnya memberikan perlindungan siber yang sama kuatnya kepada pendamping digital sehari-hari Anda," ujar Anton.

Keamanan siber seluler saat ini bukan lagi hanya tentang melindungi ponsel; ini juga tentang melindungi kehidupan digital yang kita bawa di saku kita setiap hari," tutup Adrian.

 

FAQ Artikel

Berapa persen warga Indonesia yang menyimpan data pribadi di smartphone mereka?

Survei Kaspersky menunjukkan bahwa 57 persen warga Indonesia menyimpan data pribadi seperti KTP, paspor, asuransi, hingga tiket perjalanan di HP mereka.

Data sensitif apa saja yang sering disimpan di smartphone oleh warga Indonesia?

Selain data pribadi, 47 persen warga Indonesia juga menyimpan kata sandi dan informasi login, serta 45 persen menyimpan catatan, riwayat belanja, dan alamat pengiriman di smartphone mereka.

Mengapa smartphone rentan terhadap kebocoran data?

Smartphone, meskipun berfungsi sebagai asisten lengkap dan pusat aktivitas digital, masih rentan terhadap serangan dan kebocoran data. Semakin banyak aspek kehidupan yang menyatu pada satu perangkat, maka dampak kehilangan akses atau peretasan juga meningkat.

Apa saja rekomendasi Kaspersky untuk melindungi data di smartphone?

Kaspersky merekomendasikan untuk memanfaatkan password manager atau penyimpanan lebih aman untuk dokumen sensitif, memasang solusi keamanan siber di perangkat seluler, serta memiliki 'plan B' jika ponsel hilang atau dicuri.

Apa yang dimaksud dengan 'plan B' untuk keamanan smartphone menurut Kaspersky?

'Plan B' menurut Kaspersky adalah rencana cadangan jika ponsel hilang atau dicuri. Ini bisa berupa mengaktifkan fitur pelacak perangkat, melakukan pencadangan otomatis, mengaktifkan penguncian layar secara instan, dan menjaga keamanan fisik perangkat di tempat umum.