Govtech

5 Startup Green Tech Lulus dari Grab Ventures, Fokus Iklim hingga EV

Vina Insyani
5 Startup Green Tech Lulus dari Grab Ventures, Fokus Iklim hingga EV

Uzone.id — Grab Indonesia resmi mengumumkan lima startup terpilih binaan Grab Ventures Velocity Batch 8 setelah melalui proses kurasi yang cukup ketat dari 180 startup pendaftar.

Startup-startup yang berhasil lolos dan menuju tahap pilot project ini mengusung sektor teknologi hijau seperti iklim, energi terbarukan hingga ekonomi sirkular.

5 startup tersebut antara lain CASION yang berfokus pada infrastruktur kendaraan listrik, Jejakin, sebuah platform manajemen karbon, Liberty Society yang berfokus pada upcycling limbah  menjadi produk souvenir dan kampanye yang memberdayakan perempuan.



Ada juga Rekosistem yang merupakan layanan pengelolaan sampah domestik berbasis sirkular dan teknologi Extended Producer Responsibility/EPR), dan juga Sirsak, sebuah perusahaan pengelolaan sampah kemasan.

Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 8 ini mendukung percepatan pertumbuhan dan ekspansi bisnis dari startup-startup yang telah mendapat pendanaan awal dengan solusi inovatif di bidang ekonomi sirkular dan energi terbarukan.

Ini dilakukan guna mendukung operasi bisnis yang ramah lingkungan, sesuai dengan tema dari program in yaitu “Driving a Sustainable Future: Helping MSMEs to Adopt Greener Operations”.

Selama enam bulan ke depan, kelima finalis akan mengikuti program intensif, mencakup mentorship mendalam bersama praktisi industri, integrasi ke dalam ekosistem digital Grab, implementasi pilot project, serta peluang pitching ke calon investor dan mitra strategis.  

Para finalis juga akan mengikuti rangkaian kegiatan seperti diskusi panel bersama pendiri startup nasional, sesi berbagi alumni, focus group discussion, hingga networking dengan investor dan pelaku industri.

Neneng Goenadi, Country Managing Director, Grab Indonesia menjelaskan bahwa di tahun ke-8 penyelenggaraannya ini, Grab semakin terinspirasi oleh inovasi yang dihadirkan para peserta. 




“Di tengah tantangan yang dihadapi ekosistem startup seperti penurunan pendanaan dan tekanan ekonomi makro sejak tech winter 2022, melalui GVV, Grab berkomitmen untuk  memperkuat ekosistem startup lokal yang adaptif, berkelanjutan, dan siap scale-up,” ujarnya.

Melalui dukungan kolaboratif dengan mitra strategis, Neneng percaya bahwa GVV dapat menjadi katalis pertumbuhan kemajuan startup di Indonesia.

Tidak sendirian, Grab berkolaborasi dengan mitra strategis yaitu Superbank, bank dengan layanan digital yang didukung oleh Grab, Emtek, Singtel dan KakaoBank, serta Genesis Alternative Venture, perusahaan pinjaman ventura pertama di Asia Tenggara yang berbasis di Singapura.

Hadirnya Grab Ventures Velocity ini menjadi komitmen Grab dalam menyokong sektor startup digital yang saat ini tengah turun drastis hingga 66 persen pada tahun 2023 yang dipicu oleh ketidakpastian global yang berkepanjangan. 

Akan tetapi, potensi startup Indonesia masih tetap ada dan menjanjikan. Director Digital & Sustainability Grab Indonesia, Rivana Mezaya pun optimis bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk melahirkan inovasi teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan perekonomian. 

Melalui integrasi dengan ekosistem Grab, para startup ini dapat menguji model bisnis dan solusi teknologi mereka secara langsung sehingga solusi yang mereka bangun benar-benar relevan dan siap digunakan untuk skala yang lebih besar.