Travel

5 Motivasi Orang Datang ke Pameran Yayoi Kusama yang Lagi Hit di Jakarta

By Birgitta Ajeng

Uzone.id-Pameran Yayoi Kusama yang diselenggarakan di Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (Museum MACAN), Jakarta Barat, tengah ramai diperbincangkan di media sosial. ayoi Kusama adalah seniman asal Jepang, yang juga paling ternama di dunia yang masih hidup saat ini.

Kehadiran artis, blogger, selebgram, youtuber, atau influencer yang turut menyebarkan informasi soal pameran ini juga semakin mengundang banyak perhatian orang. Jadi, wajar saja bila orang berbondong-bondong datang ke pameran Yayoi Kusama yang digelar pada 12 Mei – 9 September 2018 ini.

“Biasanya, Sabtu dan Minggu yang paling ramai, antrean sampai panjang,” ujar salah satu petugas Museum MACAN kepada Uzone.id.

(Di antara lukisan-lukisan karya Yayoi Kusama yang identik dengan pola jaring/Birgitta Ajeng)

Tapi, apa sih sebenarnya motivasi orang datang ke pameran ini? Apakah karena memang benar-benar ingin menikmati karya Yayoi Kusama atau hanya untuk hore-hore saja?

Daripada penasaran, kamu langsung simak saja nih pengakuan lima orang yang sudah datang ke pameran bertema Life is the Heart of a Rainbow ini. Lihat pula, apakah motivasi kamu sama dengan mereka?

Suka jalan-jalan ke museum

Ada orang-orang yang memang suka jalan-jalan ke museum. Erninta Afryani, salah satu pengunjung, merupakan satu di antara orang-orang tersebut. “Tapi kalau untuk ke karya Yayoi Kusama sendiri, karena aku memang kagum sama labu polkadot itu,” kata perempuan yang akrab disapa Ninta ini.

Ninta pun mengaku bahwa dia pernah melihat labu itu di salah satu mal di Jakarta, dulu. Ketika tahu Yayoi Kusama mau membuat pameran di Jakarta, Ninta pun langsung tertarik. “Dan tahu pamerannya eksklusif, aku jadi makin senang,” ujarnya.

Menurut Ninta, pameran ini sangat asik, apalagi ketika tahu kalau Yayoi Kusama pernah mengalami ganguan kejiwaan.

“Apa yang menurut orang lain minum, justru karena dia bisa mengekspresikannya malah jadi satu karya yang mahal. Salut sih sama hidupnya. Beruntung banget Indonesia terpilih sebagai salah satu tempat untuk memamerkan karya-karya Yayoi Kusama. Dia masih hidup pula dan baru ulang tahun ke 89. This is amazing,” kata Ninta.

Mau melihat karya Yayoi Kusama secara langsung

Alasan lain yang membuat orang ingin meluangkan waktu ke Museum MACAN, yaitu adalah karena memang mau melihat karya Yayoi Kusama secara langsung. Anneke Hanggarwati, salah satu pengunjung, pun demikian.

“Sudah pernah ke Jepang dua kali, tapi tidak sempat datang ke museumnya. Aku cukup penasaran sama karyanya, lewat pola sederhana seperti dots dan net, Yayoi bisa membuat beragam karya dengan warna warna terang pula,” kata perempuan yang akrab disapa Anggar itu.

(Para pengunjung di antara Dots Obsession karya Yayoi Kusama/Birgitta Ajeng)

Padahal, menurut Anggar, dalam hidup Yayoi Kusama, dots dan net muncul dari halusinasi yang bahkan membuat Yayoi Kusama sampai dirawat di rumah sakit. “Tapi ternyata dia bisa mengalihkan halusinasinya menjadi karya yang luar biasa. Aku kagum sekali, tenyata pola sederhana tersebut bisa jadi karya luar biasa di tangan Yayoi Kusama,” kata Anggar.

Penasaran dengan labu kuning raksasa

Onic Metheany merupakan salah satu pengunjung yang datang ke pameran dengan alasan penasaran. Sama seperti Ninta, Onic juga pernah melihat karya Yayoi Kusama di sebuah mal di Jakarta. “Labu kuning yang besar banget,” kata perempuan yang akrab disapa Onic ini.

Onic pun datang ke pameran untuk mendapatkan jawaban atas arti labu itu. “Ternyata, karyanya berdasarkan halusinasinya yang bisa bicara dengan polkadot. Itu keren sih, dari dia berhalusinasi, dia menciptakan karya yang luar biasa,” ujar Onic.

Ingin mengisi waktu liburan

Pameran ini diadakan berbarengan dengan liburan sekolah. Siswa SMA yang sudah selesai menjalankan Ujian Nasional pun memiliki waktu libur yang lebih panjang. Karena itu, ada beberapa pengunjung yang datang dengan alasan untuk mengisi waktu liburan, Jessica Helena salah satunya.

“Untuk menghabiskan liburan. Aku baru lulus SMA. Aku juga mau lihat art musem dan ingin tahu seperti apa. Tempat ini ternyata menarik. Menurut aku, museum seperti ini perlu ada banyak di Jakarta, daripada mal,” ujar Jessica, pengunjung asal Tangerang, yang baru lulus SMA.

Mau foto-foto

Ternyata, ada pula orang yang ingin datang ke pameran ini hanya untuk foto. Salah satunya, adalah Riana, pengunjung asal Tangerang, yang juga baru lulus SMA. “Buat foto-foto,” jawabnya saat ditanya tentang motivasi datang ke pameran Yayoi Kusama.

(Pengunjung berfoto di Dots Obsession-Infinity Mirrored Room karya Yayoi Kusama/Birgitta Ajeng)

Tidak ada yang salah dengan alasan ini, karena karya Yayoi Kusama memang sangat menakjubkan. Jadi, wajah bila banyak orang ingin berfoto di antara karya-karya ini. Tapi kamu perlu ingat bahwa jangan sampai memegang atau merusak karya seni gara-gara terlalu asik berfoto yah.