4 Aplikasi Bikinan Anak Bangsa Berhasil Bikin Apple Kagum, Apa Saja?
Uzone.id — Apple Developer
Academy di Indonesia merayakan kelulusan angkatan 2025 dari akademi di
Tangerang, Surabaya, Batam, dan Bali. Dihadiri langsung oleh Lisa Jackson, Vice
President, Environment, Policy, and Social Initiatives Apple, angkatan ini
meluluskan peserta dari 69 kota di seluruh Indonesia.
Di peluncuran ini, Apple Developer Academy juga menampilkan 4 aplikasi dari 4 tim yang berhasil mencuri perhatian mereka. 4 aplikasi ini memiliki ragam inovasi mulai dari Pelestarian Bahasa, Biodiversitas Laut, hingga Pemeliharaan Kendaraan.
4 tim ini berhasil memanfaatkan keterampilan baru dan
teknologi Apple untuk membangun aplikasi inovatif bagi komunitas masing-masing.
Aplikasi tersebut bernama Wikan, SeaLens, Bike Baik, dan juga Hockey Home.
Bahkan, salah satunya sudah ada di App Store dan bisa diunduh siapapun.
Aplikasi Wikan
Aplikasi Wikan jadi satu dari empat aplikasi yang bikin
Apple kagum. Aplikasi ini kini tersedia di App Store dan sudah bisa di download
pengguna perangkat Apple.
Aplikasi ini diciptakan untuk memberikan terjemahan Bahasa Indonesia ke Bahasa Jawa dengan akurasi tinggi, menggunakan model yang dilatih dengan 185.000 sampel audio berbahasa Jawa.
“Menyadari betapa pentingnya bahasa bagi warisan budaya dan
identitas, tim Wikan merasa ada urgensi yang semakin besar untuk ikut
menjaganya tetap hidup dengan cara yang lebih modern,” kata perwakilan Tim.
Saat ini, Wikan mendukung dua tingkat utama dalam bahasa
Jawa yaitu ngoko dan krama yang memberikan opsi terjemahan yang lebih sopan
serta formal.
Pembuat aplikasi Wikan juga bekerja sama dengan seorang
profesor sekaligus ahli Bahasa Jawa di universitas untuk memvalidasi dan
menyempurnakan akurasi linguistik, memperkuat keandalan aplikasi.
Aplikasi ini dikembangkan menggunakan teknologi Apple
seperti Swift, SwiftUI, SwiftData, dan WhisperKit untuk memaksimalkan
performanya.
“Dengan membuat aplikasi untuk membantu orang belajar Bahasa
Jawa, saya belajar betapa pentingnya melakukan riset yang benar sebelum
langsung melompat ke solusi,” kata Adithya Firmansyah Putra, Coder, Wikan.
Aplikasi SeaLens
Aplikasi SeaLens hadir untuk membantu para ilmuwan melacak
dan menganalisis tren keanekaragaman hayati laut melalui pembelajaran mesin dan
pemrosesan data otomatis.
Para ilmuwan dan peneliti dapat mengunggah rekaman bawah
laut ke aplikasi SeaLens, lalu aplikasi akan menganalisis rekaman tersebut
untuk mengidentifikasi keluarga ikan dan menghitung jumlah populasi.
Melalui aplikasi ini, para peneliti bisa mengurangi pekerjaan manual yang biasanya memakan waktu lama dalam penelitian kelautan dan menghemat ribuan jam kerja.
Tim pencipta SeaLens berkolaborasi langsung dengan ilmuwan
kelautan dari organisasi konservasi LivingSeas di Bali untuk membantu
mempertajam persona pengguna tim serta memastikan SeaLens benar-benar mendukung
upaya perlindungan terumbu karang yang efektif di dunia nyata.
Aplikasi yang dikembangkan menggunakan teknologi Apple
seperti SwiftChart juga memanfaatkan model machine learning Ultralytics YOLO
dan ByteTrack untuk mendeteksi serta melacak ikan dalam video.
Antonia Neumeier, Product Manager, SeaLens mengatakan meski
berasal dari berbagai negara dan budaya yang berbeda, namun semangat yang sama
terhadap lingkungan dan tujuan bersama untuk membantu melestarikan ekosistem
bawah laut melalui teknologi membuat tim mereka terus melangkah maju.
“Dan hingga sekarang, kami terus terdorong untuk
meningkatkan aplikasi kami dengan terhubung ke berbagai proyek dan organisasi
restorasi karang, bermitra dengan LivingSeas—inspirasi terbesar kami—dan
berkembang di bawah bimbingan para mentor di Academy,” tambahnya.
Aplikasi Bike Baik
Aplikasi yang satu ini hadir untuk mendukung moda
transportasi masyarakat Indonesia yang saat ini didominasi oleh sepeda motor.
Bike Bike merupakan sebuah aplikasi berbasis IoT untuk iPadOS yang dikembangkan
untuk mendukung perawatan prediktif bagi operator penyewaan motor.
“Membangun aplikasi yang berjalan dengan dukungan IoT menghadirkan tantangan tersendiri, tetapi melihat data real-time yang memperlihatkan kebiasaan pengendara mengingatkan kami mengapa hal ini penting. Solusi ini dapat memberikan dampak yang berarti bagi pemilik usaha penyewaan motor dan cara mereka mengelola bisnis,” kata Theodore Michael Budiono, Product Designer Bike Baik.
Aplikasi ini bisa membantu memantau komponen-komponen
penting seperti ban, rem, mesin, rantai, oli, dan filter udara, serta
menganalisis data real-time terkait gaya berkendara, kondisi medan, dan
pola penggunaan. Tak hanya itu, sistem ini juga dapat mendeteksi keausan sejak
dini, mencegah kecelakaan, dan mengurangi risiko bagi pemilik usaha.
Kehadiran aplikasi ini memungkinkan operator menjadwalkan
perawatan dengan lebih efisien, sekaligus menjaga armada tetap aman dan hemat
biaya.
Tim mengembangkan aplikasi ini menggunakan teknologi dari
Apple seperti Swift dan SwiftUI, serta memanfaatkan ElysiaJS, PostgreSQL,
Docker, dan teknologi pendukung lainnya.
Aplikasi Hockey Home atau Helps Hockey
Selanjutnya adalah aplikasi Hockey Home. Aplikasi iPhone dan
iPad ini hadir untuk penggemar Hockey di negara tropis untuk ikut berlatih dan
berkembang secara kompetitif.
Aplikasi ini diklaim bisa membantu pemain hoki dari segala usia untuk meningkatkan kemampuan memegang stik mereka di luar arena es. Salah satunya dengan cara mengajak pemain untuk melatih kontrol puck sambil tetap menjaga pandangan ke depan dan memperhatikan lingkungan sekitar.
Hockey Home dibangun sepenuhnya menggunakan teknologi Apple
dan dilengkapi model machine learning yang mampu mengenali puck maupun objek
latihan lain seperti bola tenis atau bola kecil, memberi fleksibilitas bagi
pemain dalam berlatih.
Aplikasi ini juga mendukung fitur multiplayer online
berbasis GameKit, sehingga pengguna dapat berlatih dan berkompetisi dengan
pemain lain dari jarak jauh.
Untuk menunjang latihan, Helps Hockey menghadirkan perangkat
keras berupa stand bercermin terintegrasi yang dapat menahan iPhone atau iPad
dengan aman, membantu pemain menjaga postur dan visibilitas yang tepat.
Biiunov Igor, Project Lead & Coder, Helps Hockey
mengatakan bahwa tim dengan latar belakang berbeda ini mengajarkannya lebih
dari teknologi saja namun juga komunikasi dan kerja tim.
“Dukungan dari para mentor di akademi membantu kami memahami
besarnya proses pembelajaran di setiap langkah proyek, mengingatkan kami bahwa
yang paling penting bukan hanya produk akhir, tetapi bagaimana setiap tantangan
mendorong kami untuk tumbuh dan menjadi versi terbaik dari diri kami,”
tuturnya.