Gadget

15 Tahun Tim Cook di Apple: Sempat Diragukan, Kini Wariskan Rp68.000 T

Muhammad Faisal Hadi Putra
15 Tahun Tim Cook di Apple: Sempat Diragukan, Kini Wariskan Rp68.000 T

Uzone.id - Ketika Tim Cook mengambil alih kendali Apple dari Steve Jobs pada Agustus 2011 silam, banyak yang skeptis. Cook yang saat itu dikenal sebagai ‘orang di balik layar’ yang jago urusan rantai pasokan, diragukan bisa mempertahankan sisi inovasi Apple yang terus digaungkan mendiang Steve Jobs.

Berbagai macam kritikan pedas seperti sudah menjadi makanan sehari-hari buat Cook sejak hari pertama menjabat sebagai CEO Apple pada 15 tahun lalu.

Ia tidak hanya dibanding-bandingkan dengan Jobs, tapi juga dihantam isu soal paket gajinya yang selangit, kebijakan kembali bekerja ke kantor, hingga dianggap miskin ide. Namun, Cook punya prinsip kuat untuk tetap fokus, yakni jangan dibawa perasaan.

"Saya berusaha keras untuk tidak menganggap personal hal-hal yang memang tidak dimaksudkan secara personal," ungkapnya dalam wawancara dengan GQ, dikutip pada Rabu (22/4).

Ia sadar betul, sebagai pemimpin salah satu perusahaan terbesar di dunia, mengabaikan komentar negatif dari para pengamat adalah satu-satunya cara agar ia tetap bisa bekerja maksimal.

Cara ini ternyata sukses diterapkan olehnya. Apple, setelah 15 tahun kepemimpinan Tim Cook, berhasil menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di dunia dengan valuasi mencapai USD 4 triliun atau lebih dari Rp68.000 triliun, naik lebih dari 1.000 persen sejak kepergian Jobs.

Kuncinya bukan cuma mempertahankan iPhone sebagai produk andalan Apple, tapi keberanian Cook untuk membawa Apple keluar dari zona nyaman.

Ia adalah sosok di balik lahirnya Apple Watch dan AirPods, dua kategori produk yang awalnya sempat dipandang sebelah mata, namun kini justru mendominasi pasar global.

Langkah Apple yang paling berani di bawah komando Cook adalah transisi ke Apple Silicon. Dengan mengembangkan chip sendiri, Apple punya kendali penuh atas performa dan efisiensi perangkatnya, mulai dari iPhone hingga jajaran Mac terbaru, tanpa harus bergantung lagi pada pihak ketiga.

Transformasi menjadi perusahaan layanan


Di bawah kepemimpinan Cook, Apple juga berubah dari sekadar produsen gadget menjadi perusahaan jasa yang sangat kuat lewat sektor Services, mulai dari iCloud, Apple Pay, hingga Apple Music. 

Unit bisnis ini sekarang menyumbang pendapatan tahunan sekitar USD100 miliar atau lebih dari RP1.714 triliun, angka yang cukup untuk membuat sektor ini masuk dalam daftar perusahaan raksasa Fortune 40 jika berdiri sendiri.

Bukan sekadar pendapatan yang melonjak drastis, Cook juga sangat vokal mengenai privasi sebagai hak asasi manusia dan mendorong Apple menjadi standar industri dalam perlindungan data pengguna. 

Di sisi lingkungan, Cook membawa Apple menekan jejak karbon perusahaan hingga 60 persen dibandingkan tahun 2015. Hebatnya, pencapaian ini diraih justru saat pendapatan perusahaan meroket hampir empat kali lipat di periode yang sama.

Kini, perjalanan panjang Cook sebagai CEO Apple segera berakhir. Ia akan resmi melepas jabatan CEO pada 1 September 2026 mendatang, tepat sebelum acara Apple Event 2026, panggung acara peluncuran iPhone 18 Pro, 18 Pro Max, dan iPhone Fold.

Suksesornya pun telah ditentukan, yakni John Ternus, sosok yang tak kalah penting dan menjadi kunci di balik inovasi perangkat keras Apple.

Meski mundur dari kursi CEO, Cook tidak benar-benar pergi. Ia akan tetap berada di lingkaran dalam perusahaan dengan mengemban jabatan baru sebagai Executive Chairman. Di posisi tersebut, Cook bakal lebih banyak fokus pada urusan diplomasi dengan para pemimpin dunia dan pembuat kebijakan, memastikan posisi Apple tetap aman di tengah ketatnya regulasi global.

“Merupakan suatu kehormatan terbesar dalam hidup saya untuk menjadi CEO Apple dan dipercaya untuk memimpin perusahaan yang luar biasa ini,” kata Cook.

“Saya mencintai Apple sepenuh hati, dan saya sangat bersyukur telah memiliki kesempatan untuk bekerja dengan tim yang terdiri dari orang-orang yang cerdas, inovatif, kreatif, dan sangat peduli yang telah teguh dalam dedikasi mereka untuk memperkaya kehidupan pelanggan kami dan menciptakan produk dan layanan terbaik di dunia,” pungkasnya.