15 Juta Motor Baru Terjual di ASEAN Selama 2025, Mana Paling Banyak?
Uzone.id - Penjualan sepeda motor di Asia Tenggara alias ASEAN mengalami peningkatan pesat selama 2025 kemarin. Bahkan angka penjualan motor baru di ASEAN menjadi yang tertinggi semenjak pandemi Covid-19.
Dari data yang dihimpun Motorcycles Data, penjualan motor di Asia Tenggara selama tahun lalu menembus 15 jutan unit. Angka ini naik 4,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, tentu Indonesia berkontribusi hingga 6 jutaan unit motor baru yang terjual di ASEAN. Mengingat data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan motor selama 2025 mampu mencapai 6,4 juta unit.
Jika Indonesia saja suah menyumbang hingga 6 juta unit, artinya sisa 8-9 juta unit lainnya merupakan kontribusi gabungan dari sembilan negara lain.
Pencapaian penjualan motor baru di ASEAN yang mencapai 15 juta unit, merupakan pertama kalinya sejak tahun 2019 silam. Meski masih didominasi oleh Indonesia, namun penjualan di negara lain di kawasan tersebut juga mengalami peningkatan.
Meski demikian, penjualan motor di negara ASEAN juga ada yang menunjukkan penurunan seperti Myanmar yang turun drastis hingga 53 persen dan Kamboja yang turun 10,4 persen.
Penurunan penjualan sepeda motor di dua negara ASEAN tersebut dikarenakan beberapa faktor seperti politik dan ekonomi yang kurang stabil.
Sementara negara ASEAN lainnya mengalami peningkatan, seperti Vietnam yang mengalami pertumbuhan penjualan motor paling drastis hingga 13,5 persen.
Pasalnya bukan hanya motor bensin saja yang laris di Vietnam, melainkan motor listrik juga memiliki banyak peminat di negara tersebut.
Thailand juga mencatatkan kenaikan penjualan yang cukup besar yakni mencapai 9,8 persen, diikuti dengan Malaysia 3,5 persen, Filipina 2,8 persen, dan Indonesia naik tipis 0,6 persen.
Bahkan Singapura yang merupakan pasar terkecil di ASEAN, mengalami peningkatan penjualan motor sebesar 1,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pencapaian penjualan motor tertinggi selama beberapa tahun ini menjadi puncak kejayaan industri otomotif roda dua di Asia Tenggara.
Prediksinya, angka ini kemungkinan besar akan tetap stabil atau meningkat sedikit saja pada tahun 2026 ini. Selain tingginya permintaan, model kendaraan yang meluncur pun mulai beragam, termasuk motor listrik murah.