144 Juta File Berbahaya Ada di Email, Negara-negara Ini jadi Target
Uzone.id — Tidak semua pesan
yang diterima di email memiliki keamanan yang kuat. Buktinya selama 2025
kemarin, Kaspersky menemukan fakta kalau 44,99 persen email dari lalulintas
global merupakan spam dengan file-file yang berisiko.
Gak cuma spam promosi saja, email-email ini berisi modus
penipuan, phishing, dan malware. Gak tanggung-tanggung, jumlah email dengan
file-file berbahaya tersebut mencapai 144 juta lampiran yang disebar ke
pengguna individu maupun korporat.
“Email phishing tidak boleh diremehkan. Laporan kami mengungkapkan bahwa satu dari sepuluh serangan bisnis dimulai dengan phishing, dengan sebagian besar berupa Ancaman Berkelanjutan Tingkat Lanjut (Advanced Persistent Threats/APT),” kata Roman Dedenok, pakar anti-spam di Kaspersky.
Ia melanjutkan, “Pada tahun 2025, kami melihat peningkatan
kecanggihan serangan email yang ditargetkan. Bahkan detail terkecil pun
dirancang dengan cermat dalam kampanye berbahaya ini, termasuk komposisi alamat
pengirim dan penyesuaian konten dengan peristiwa dan proses internal perusahaan
yang sebenarnya.”
Ngerinya, pengguna-pengguna di wilayah Asia Pasifik–termasuk
Indonesia menjadi wilayah dengan target email spam terbesar di seluruh dengan
mencapai 30 persen.
Diikuti oleh Eropa dengan 21 persen, lalu Amerika Latin
sebanyak 16 persen dan Timur Tengah sebanyak 15 persen, Rusia dan CIS sebesar
12 persen, dan Afrika sebanyak 6 persen.
Sementara untuk peringkat negara, China ternyata menjadi negara dengan lampiran email berbahaya paling tinggi sedunia, diikuti oleh Rusia, Meksiko, Spanyol dan juga Turki.
Dari sekian banyak file-file berbahaya, Kaspersky menemukan
beberapa tren yang terjadi menggunakan modus pesan email ke pengguna individu
maupun ke akun-akun kantor karyawan.
Di tahun 2026, Kasperksy meramal akan banyak ajakan pengguna
email untuk beralih ke aplikasi-aplikasi perpesanan, mereka juga akan meminta
pengguna untuk menghubungi nomor palsu yang tertera dalam isi email.
Modus yang digunakan adalah dengan penipuan investasi dengan
meminta korban masuk ke web palsu lalu memasukkan informasi-informasi sensitif
di dalamnya.
Selain itu, pelaku juga semakin pintar dengan menyamarkan
URL phishing, misalnya, dengan bantuan layanan perlindungan tautan dan
mengubahnya menjadi kode QR.
Kode QR ini sering disematkan langsung di badan email atau
di dalam lampiran PDF, yang tidak hanya menyembunyikan tautan phishing tetapi
juga mendorong pengguna untuk memindainya di perangkat seluler.
Alhasil, hal ini berpotensi mengeksploitasi keamanan yang
ada di perangkat seluler karena memiliki celah lebih lemah dibandingkan PC
perusahaan.
Modus yang lebih mengerikan adalah eksploitasi platform yang
sering digunakan pengguna. Email palsu yang dikirim penjahat kini bisa diubah
menjadi email yang tampak resmi sehingga dengan mudah menjebak korban.
Salah satunya adalah email undangan tim OpenAI yang dikirim
dari email OpenAI yang sah, ini berpotensi menipu pengguna untuk mengklik
tautan penipuan atau menghubungi nomor telepon palsu.
Tak hanya pengguna dengan email pribadi yang terkena modus
ini, tahun 2025 kemarin penyerang juga memasukkan email palsu yang kemudian
diteruskan dalam korespondensi mereka. Email-email ini tidak memiliki header
indeks utas atau header lainnya, sehingga sulit untuk memverifikasi
keabsahannya dalam percakapan email.
Oleh karena itu, pengguna wajib waspada jika mendapat
undangan tak diminta dari platform mana pun, bahkan jika tampaknya berasal dari
sumber terpercaya, pastikan untuk memeriksa URL dengan cermat, dan jangan lupa
untuk menggunakan pertahanan berlapis.