Automotive

10 Negara yang Terkena Krisis BBM Imbas Perang Timur Tengah

Brian Priambudi
10 Negara yang Terkena Krisis BBM Imbas Perang Timur Tengah

Uzone.id - Beberapa negara mulai mengalami krisis bahan bakar minyak (BBM) imbas perang Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Negara-negara yang mengalami krisis ini pun akhirnya mencari strategi agar masih dapat bertahan.

Konflik di Timur Tengah membuat Iran harus menutup Selat Hormuz sebagai salah satu strategi pertahanan mereka. Selat ini dianggap efektif sebagai pertahanan karena menjadi jalur penting pendistribusian minyak dari Timur Tengah ke beberapa negara di dunia.

Dampak dari ditutupnya selat tersebut, bukan hanya membuat harga minyak dunia naik, tetapi beberapa negara mulai krisis BBM hingga menetapkan strategi bertahan.

Berikut beberapa negara yang mulai merasakan krisis BBM dan strateginya dalam menghadapi kelangkaan bensin:

1. Vietnam

Vietnam menjadi negara di Asia Tenggara yang sangat terdampak perang di Timur Tengah. Pemerintahnya bahkan mengurangi jumlah penerbangan domestik untuk menjaga pasokan minyak.

Dikutip dari CNA, Vietnam Airlines, harus menangguhkan sekitar 23 penerbangan domestik setiap minggu mulai 1 April, karena pasokan bahan bakar jet terbatas.

Vietnam juga meminta dukungan bahan bakar dari negara lain seperti Qatar, Kuwait, Aljazair, dan Jepang, hingga menandatangani kesepakatan dengan Rusia untuk produksi minyak dan gas bersama.



2. Laos

Pemerintah Laos sedang mengambil langkah darurat untuk menangani krisis bahan bakar akibat kenaikan harga energi global dan gangguan rantai pasokan.

Dikutip dari Xinhua, Kementerian Industri dan Perdagangan Laos mengumumkan pemotongan pajak bahan bakar bensin dikurangi dari 25 persen menjadi 15 persen dan pajak solar dari 10 persen menjadi 0 persen.

Langkah ini diambil agar harga bbm tidak naik secara tajam, pemerintah juga menggunakan dana dari program subsidi untuk menstabilkan harga, meringankan beban masyakarat, dan mengantisipasi fluktuasi pasar global.

3. Kamboja

Kamboja juga menghadapi krisis energi baru setelah salah satu pemasok bahan bakar terbesar mereka yakni Sokimex mengumumkan menangguhkan sementara penjualan LPG mulai 1 April.

Alasannya, tentu karena gagal mengimpor bahan bakar sejak awal Maret akibat gangguan transportasi imbas konflik di Timur Tengah.

Dikutip Nation Thailand, Sokimex punya 500 SPBU di seluruh Kammboja, setelah harga bensin dan solar naik, tekanannya makin luas sampai ke LPG.

Meskipun pemerintah setempat mengaku pasokan LGP nasional aman karena Sokimex hanya menguasai 3 persen pasar.





4. Thailand

Negeri yang punya hobi otomotif yang cukup besar ini juga sempat mengalami krisis BBM akibat pecahnya perang AS-Israel vs Iran. Namun pemerintahnya melakukan langkah yang efektif untuk menstabilkan pasokan dan distribusi.

Dikutip Bangkok Post, salah satu langkah utama Thailand keluar dari krisis BBM adalah mewajibkan pedagang minyak meningkatkan cadangan dari 1 persen menjadi 3 persen dari total volume penjualan tahunan.

Pemerintah juga sementara ini mencabut pembatasan pengiriman minyak di siang hari di area perkotaan untuk mempercepat distribusi.

Deputy Director General Chatchai Khunlohit dari Department of Energy Business juga mewajibkan kilang dan depo melaporkan volume pengiriman, penerima, dan harga setiap hari sebelum pukul 18.00 untuk mencegah kelangkaan.

5. India

Indian Express menyebutkan saat ini negara mereka sedang menghadapi kekhawatiran publik terkait ketersediaan BBM dan Solar, imbas perang di Timur Tengah.

Bahkan wilayah seperti Gujarat dan Andhra PRadesh dilaporkan mengalami antrean panjang di SPBU akibat panic buying, namun pemerintah dan perusahaan pemasok minyak mengklaim tidak ada kekurangan bahan bakar.

Sujata Sharma selaku Joint Secretary Kementerian Petroleum India mengatakan negara mereka memiliki cadangan minyak yang cukup dan kilang beroperasi pada kapasitas optimal dengan penyulingan tahunan sekitar 26 core ton.




Masyarakat pun diminta tidak terpengaruh rumor dan menghindari panic buying. Terlebih pemerintah juga sudah meningkatkan impor dari sumber non Timur Tengah, khususnya Rusia.

6. Filipina

Presiden Filipina Ferdinand MArcos Jr telah menyatakan keadaan darurat energi nasional yang berlaku selama satu tahun. Pemerintah setempat juga membuat komite khusus yang megnatur pergerakan, distribusi, dan ketersediaan BBM.

Dikutip dari Al Jazeera, Marcos Jr memberikan wewenang kepada pemerintah untuk mengamankan pasokan minyak mentah dan produk petroleum, termasuk membayar sebagian kontrak di muka jika diperlukan.

Saat ini Filipina masih memiliki 45 hari stok bahan bakar dan pemerintah sedang berusaha menambah 1 juta barel minyak dari negara-negara di dalam dan luas Asia Tenggara untuk memperluat cadangan.

7 Pakistan

Pemerintah Pakistan menyiapkan sistem pasokan bahan bakar berbasis kuota untuk mengatasi krisis energi akibat perang di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak global.

Dikutip dari Asia News, konsumen akan menggunakan aplikasi khusus yang terhubung dengan nomor registrasi kendaraan dan CNIC (Kartu Identitas Nasional) untuk mendapatkan kuota BBM.





8 Bangladesh

The Economic Times melaporkan krisis bahan bakar di Bangladesh semakin parah akibat perang yang berlangsung di Timur tenagh.

Masyarakat sampai harus antre berjam-jam dengan suasana yang penuh kekacuan. Situasi ini dianggap mencapai titik kritis di mana risiko penutupan SPBU secara massal menjadi nyata.

Namun laporan ini disanggah oleh Menteri Informasi dan Penyiaran Zahir Uddin Swapan yang megnatakan Bangladesh tidak menghadapi krisis energi.

"Saat ini, tidak ada kekurangan energi di negara ini," sebutnya dikutip Asia News.

9. Jepang

Negara sekelas Jepang saja, akhirnya bersiap menghadapi krisis BBM akibat perang AS-Israel terhadap Iran yang dampaknya makin meluas.

Perdana Menteri Sanae Takaichi mengatakan pemerintah menyetujui pelepasan cadangan minyak swasta selama 15 hari.




Cadangan negar ayang akan dilepas mencakup sekitar 80 juta barel, setara dengan 45 hari kebutuhan domestik. Selain itu, pemerintah memperkenalkan subsidi bahan bakar untuk membatasi harga bensin 170 yen per liter setelah harga ritel mencapai rekor 190,8 yen per liter.

Dikutip dari The Guardian, pemerintah Jepang akan meninjau subsidi BBM ini setiap minggu sesuai pergerakan harga minyak.

10. Australia

The Guardian melaporkan ratusan SPBU di Australia mulai kehabisan stok BBM imbas dari perang di Timur Tengah.

Di antarnya 109 unit SPBU di Victoria, 47 unit SPBU kehabisan stok diesel dan 32 gerai kehabisan BBM unleaded reguler di Queensland, dan 37 SPBU dilaporkan kehabisan stok di New South Wales.

Pemerintah Australia juga enggan merinci kapan tepatnya enam pengiriman yang gagal menuju ke negara mereka bisa tiba. Laporan hanya mengatakan proses tersebut terjadi secara bertahap dan pembatalan pengiriman tak terjadi pada hari yang sama.

Pada akhirnya, pemerintah Australia mengambil langkah awal dengan pembatasan penggunaan publik, kampanye informasi, dan imbauan untuk hemat BBM.